Meningkatkan Laba Usaha Budidaya Sapi Dengan Seleksi Bibit Berdasarkan Penampilan Fisik

Kita semua paham bahwa pengadaan daging sapi belum memenuhi semua permintaan konsumen. Pedaging hanya mampu memenuhi sekitar 20% dari kebutuhan pasokan 60%. Oleh karenanya usaha penggemukan sapi ini tentunya bisa dikatakan menjanjikan laba usaha yang cukup besar.

Bila Anda tertarik untuk mencari laba usaha dari budidaya sapi potong ini, hal penting yang perlu Anda dalami adalah memilih bibit sapi potong. Anda harus memahami dengan baik bagaimana menyeleksi bibit sapi berdasarkan penampilan fisiknya. Mari kita lihat bersama.

 


Memilih Bibit Sapi Yang Baik

Yang dimaksud bibit sapi adalah sapi yang berusia kira-kira satu tahun dan sengaja dipelihara untuk tujuan penggemukan sapi. Setelah digemukkan, bobot sapi bisa meningkat secara drastis sehingga nilai karkasnya semakin tinggi. Efeknya, laba usaha yang didapat pastinya juga lebih tinggi.

Bibit sapi yang berkualitas akan sangat memengaruhi hasil produksi penggemukan sapi. Biasanya pedaging selalu membeli sapi bakalan, yaitu sapi yang masih muda, bobotnya masih sedikit dan nilai karkasnya masih rendah.

Oleh karenanya jika kita sudah bisa menghasilkan bakalan sapi potong dengan kualitas baik, setelah penggemukan hasilnya bisa sesuai dengan permintaan pasar.  Akhirnya Anda bisa mendapatkan keuntungan tinggi dari selisih harga sapi bakalan dan sapi potong yang siap produksi.

 

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Saat Memilih Bibit Sapi Untuk Meningkatkan Laba Usaha

  • Pertama pilih jenis kelamin bibit sapi potong yang sehat (biasanya jantan), serta tidak ada tanda penyakit (biasanya dari jenis Simental, Limosin, Brahman, Ongole, atau PFH). 
  • Teliti proporsi badan bibit sapi dan kesempurnaannya dari samping, depan, dan belakang.
  • Bentuk badan atau kerangka yang besar dan panjang, dengan dada yang lebar dan dalam.
  • Pilih bibit sapi yang berkepala besar dengan moncong besar, namun masih proposional.
  • Bagian mulut sapi harus datar.
  • Pilih bagian leher bibit sapi yang kuat, besar, dan bergelambir tebal.
  • Pilih tulang punggung bibit sapi yang lurus dan tidak bengkok, biarpun kurus.
  • Untuk bagian perut dan tulang rusuk, pilih yang tidak terlampau melengkung ke dalam dan pilih yang terlihat berisi.
  • Bagian kaki yang berukuran pendek, besar, kokoh, serta tidak pincang.
  • Bagian ekor, periksa ukuran dari pangkal hingga ke ujung, pilih yang besarnya tidak terlalu berbeda jauh.
  • Periksa jumlah testis pada sapi jantan, yang seharusnya memiliki dua testis. Sedangkan sapi betina memiliki empat puting.
  • Pilih bibit sapi yang bulunya mengilap.
  • Jangan lupa menanyakan asal-usul serta silsilah bibit sapi, riwayat penyakit, tingkat adaptasi, dan kesehatannya.
  • Membeli sapi pada orang yang bereputasi dan tepercaya.
  • Jangan terpengaruh oleh harga murah, agar tidak menyesal bila nantinya hasil penggemukan tidak sesuai harapan.


Setelah Anda bisa memilih bibit sapi unggul, setelah satu tahun penggemukan harga jual sapi potong akan naik dan Anda akan mendapatkan laba usaha sesuai harapan. Semoga bermanfaat.

Di tag dibawah

Kumpulan Ilmu Pengetahuan & Teknologi Untuk Peternak Sapi

Produk

Culture

marosok

"Marosok" Sumatera Barat: A Unique Transaction System in West Sumatra, Indonesia

What is Marosok Sumatera Barat? - A Special tradition in doing a transaction called marosok in West Sumatra is a unique way of transaction. The word marosok can be described as an activity of touching, feeling and holding something without seeing it but just trying to feel it using the brain and the feeling.

The tribe of Minangkabau is one of Indonesia’s ethnics which is famous for the ability of doing transaction. It is believed that they inherit the ability of their ancestors from the Melayu kingdoms where the people liked to trade. One of unique tradition is marosok Sumatera Barat, a technique of trading used in trading especially for the livestock such as cows or bulls.


Read More...