Loading...
iden

Dengan Seleksi Bibit Sapi, Selain Meningkatkan Laba Usaha Peternak Juga Membantu Menyiapkan Protein Hewani Untuk MPASI Berkualitas

Putera atau puteri anda sudah berumur 6 bulan? Saatnya memberikan makanan pendamping ASI (MPASI) yang mengandung protein untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Sumber protein ada dua jenis protein hewani dan nabati. Artikel ini akan membahas sumber protein hewani untuk MPASI, dalam hubungannya dengan seleksi bibit sapi.

Sebelum melangkah lebih jauh, anda harus tau bahwa bayi dan anak-anak membutuhkan protein lebih banyak dibandingkan orang dewasa. Protein berperan untuk pertumbuhan otot, perkembangan organ dan pembentukan hormon serta enzim. Jika kebutuhan protein tercukupi, anak akan tumbuh dengan sehat dan memiliki otak yang cerdas.

World Health Organization (WHO) telah merekomendasikan protein hewani untuk MPASI dikonsumsi setiap hari atau sesering mungkin. Salah satu sumber protein hewani diantaranya adalah daging sapi. Selain kaya protein, daging sapi juga mengandung zat besi, kalsium, dan juga asam folat yang baik untuk membantu perkembangan tubuh dan otak bayi.

Tidak perlu ragu menambahkan daging sapi sebagai sumber protein hewani untuk MPASI, karena daging sapi mudah dicerna oleh bayi selama diolah terlebih dahulu agar teksturnya halus dan lembut. Bahkan USDA’s Infant Nutrition and Feeding Guide menyatakan bahwa daging sapi dapat menjadi makanan pertama yang ideal bagi bayi setelah mereka melaksanakan program ASI eksklusif.

 

MENYIAPKAN DAGING SAPI SEBAGAI PROTEIN HEWANI UNTUK MPASI 

Hasil penelitian terbaru menegaskan bahwa bayi sudah boleh makan daging yang diolah dengan benar dan tekstur yang sangat lembut pada usia 6 bulan, namun demikian disarankan untuk memberikan MPASI berupa buah dan sayur terlebih dahulu. Dan yang harus menjadi perhatian adalah

  1. Pastikan bahwa sistem pencernaan bayi tidak bermasalah
  2. Berikan MPASI yang baru dan segar, bukan yang dipanaskan
  3. Daging yang diberikan harus matang sempurna
  4. Hindari memberikan daging sapi olahan seperti sosis, kornet atau ham 
  5. Jangan menambahkan banyak garam atau bumbu aditif lainnya dalam MPASI bayi.
  6. Pastikan bayi tidak memiliki alergi dengan jenis makanan tersebut.
  7. Takaran dan menu MPASI harus sesuai dengan usia bayi

 

TENTANG DAGING SAPI YANG SEHAT

Bicara tentang daging sapi di Indonesia, masih berkutat kepada masalah pengadaan yang hingga kini belum bisa  memenuhi semua kebutuhan konsumen. Oleh karenanya usaha penggemukan sapi dapat dikatakan masih menjanjikan laba usaha signifikan, apalagi jika dapat menghasilkan produk daging yang tidak hanya jumlahnya banyak tetapi juga aman, sehat, utuh dan halal atau biasa disingkat sebagai ASUH. 

  1. Aman : Tidak mengandung penyakit dan residu yang dapat menyebabkan penyakit/mengganggu kesehatan manusia
  2. Sehat : Memiliki zat-zat yang berguna bagi kesehatan dan pertumbuhan tubuh
  3. Utuh : Tidak dicampur dengan bagian lain dari hewan tersebut atau bagian dari hewan lainnya
  4. Halal : Adalah dipotong dan ditangani sesuai dengan syariat agama Islam

Konsep ASUH adalah salah satu upaya dari Pemerintah untuk melindungi konsumen dari bahaya gangguan kesehatan akibat mengkonsumsi bahan makanan asal hewan terutama daging, juga melindungi peternak dari kerugian akibat menurunnya nilai/kualitas daging yang diproduksi.  Penerapannya harus dimulai oleh peternak saat menyeleksi bibit sapi.

Yang dimaksud bibit sapi adalah sapi yang berusia kira-kira satu tahun dan sengaja dipelihara untuk tujuan penggemukan sapi. Oleh sebab itu memilih bibit sapi yang baik menjadi sangat penting, selain untuk menghasilkan daging yang memenuhi konsep ASUH untuk keselamatan konsumen juga untuk meningkatkan laba usaha bagi peternak.

Kriteria bibit sapi yang baik adalah sebagai berikut:

  1. Bentuk tubuhnya proporsional, rangka tubuh yang kokoh serta lebar, tidak terlalu kurus atau malah terlalu gemuk.
  2. Tinggi tubuh bagian depan sama dengan  bagian belakang.
  3. Ukuran tubuhnya memanjang, dadanya lebar yang membuat pertumbuhan daging bisa maksimal.
  4. Bulunya kering dan tampak sehat.
  5. Perutnya kecil namun pantatnya yang lebar serta perut kecil. Sebab, perut yang besar akan menghalangi pertumbuhan pada bagian yang lain.
  6. Kakinya normal, lurus, kokoh dengan tulang kaki yang besar.
  7. Kaki yang kokoh pada bibit sapi yang bagus akan menopang berat badan sapi yang semakin besar.
  8. Pastikan sapi tidak mengalami gangguan kesehatan seperti menderita cacing, mencret, diare, dan lain sebagainya. Jika sapi mengalami gangguan kesehatan, segeralah ditangani agar penyakit tidak menular ke sapi yang lain.

 
Setelah Anda bisa memilih bibit sapi yang baik, dapat dipastikan setelah satu tahun penggemukan dengan benar dan diberikan pakan cukup dan bergizi, harga jualnya akan naik secara signifikan. Anda bisa membantu menyediakan protein hewani untuk MPASI yang berkualitas, sekaligus mendapatkan laba usaha sesuai harapan. Selamat bekerja.

Loans Low Interest for Cow Breeders

The Easy loans low interest for the Cow Breeder from the Government. The Indonesian government has been concerning about small business done by its people. A lot of people, especially those who live far from the city, do the local business by cultivating field on the village or breeding cattle. Breeding cow is one of the businesses done by many villagers. And the government has already planned to give a loan for those breeders in village through a program called Kredit Usaha Rakyat (KUR) or… Read More...