Menempatkan Sistem Penambatan Pada Konstruksi Bangunan Kandang Sapi Potong

Setelah fokus pada pembuatan atap, dinding, dan lantai untuk kandang sapi potong Anda, apa lagi yang dapat Anda lakukan agar usaha ternak sapi Anda lancar? Membuat sistem penambatan pada kandang sapi potong merupakan jawabannya.

Memang, membuka dan menjalankan usaha budidaya ternak, terutama untuk sapi potong, bukan perkara mudah. Tidak sekadar merawat dan membesarkan sapi hingga saatnya dipotong untuk produksi daging, masalah dalam konstruksi bangunan kandang pun juga harus dipikirkan matang-matang.

Mulai dari model kandang sapi potong yang sesuai dan konstruksi kandang sapi potong yang kuat, serta jangan lupa dengan izin usaha resmi dari pemerintah serta kesesuaian berdirinya kandang tersebut dengan Rencana Umum Tata Ruang (RUTR). Jangan sampai hanya karena kurang dua hal tersebut, bisnis peternakan sapi Anda menjadi terganggu dan proses penggemukan sapi juga terhambat.
    
Untuk model dan konstruksi bangunan kandang sapi potong, Anda sudah menentukan genting sebagai bahan untuk membuat atap. Untuk dinding, Anda bisa menggunakan bahan tembok bata, kayu, atau bambu. Untuk lantai, Anda bisa memilih sistem basah atau kering, tergantung dari jumlah ternak sapi yang Anda miliki.

Lalu, bagaimanakah dengan sistem penambatan pada kandang sapi potong? Untuk apa sebenarnya sistem tersebut? Umumnya, sapi ditambatkan agar ruang geraknya terbatas, alias tidak sampai terlalu ke sana kemari.

Ada dua sistem dalam penambatan pada kandang sapi potong, yaitu sistem tambat bawah dan sistem tambat atas. Untuk lebih jelasnya, inilah perbedaan antara kedua sistem tersebut:

 

 

1. Sistem Tambat Bawah

Dalam sistem tambat bawah, tali yang digunakan untuk membatasi ruang gerak sapi potong ditambatkan pada bagian bawah tiang kandang. Kelebihan dari sistem ini adalah kaki sapi tidak mudah terjerat oleh tali tambatan tersebut.

Kekurangannya? Tali tambatan cepat sekali kotor, rusak, dan bahkan putus, terutama bila sering tersenggol, tertendang, atau bahkan terinjak oleh banyak sapi di dalam kandang.

 

 

2. Sistem Tambat Atas

Bagaimana dengan sistem tambat atas? Dengan sistem tambat atas, tali tambatan tidak mudah kotor, rusak, dan bahkan putus. Mengapa? Kebalikan dengan sistem tambat bawah, tali yang digunakan untuk membatasi ruang gerak sapi potong ditambatkan pada bagian atas tiang kandang.

Namun, kekurangannya adalah kemungkinan besar tali tersebut dapat menjerat sapi-sapi di dalam kandang. Karena itulah, untuk sistem tambat atas, tali yang digunakan harus cukup panjang hingga tidak berpotensi mencederai sapi-sapi di dalam kandang. 

Sebenarnya, ada satu lagi sistem yang dapat digunakan di dalam usaha peternakan sapi, yaitu sistem lepas. Dalam sistem ini, ternak sapi benar-benar dibiarkan bebas dan lepas, meski masih di dalam kandang.

Yang membatasi ruang gerak mereka hanyalah sekat atau dinding kandang sapi potong. Ini termasuk usaha peternakan khusus sapi untuk produksi daging wagyu, agar sapi bebas stres dan kualitas daging lebih tinggi.

Demikian penjelasan singkat mengenai sistem penambatan yang harus dirancang dan disiapkan pada konstruksi bangunan kandang sapi yang akan dibuat.

 

Di tag dibawah

Artikel terkait

Kumpulan Ilmu Pengetahuan & Teknologi Untuk Peternak Sapi

Produk

Culture

marosok

"Marosok" Sumatera Barat: A Unique Transaction System in West Sumatra, Indonesia

What is Marosok Sumatera Barat? - A Special tradition in doing a transaction called marosok in West Sumatra is a unique way of transaction. The word marosok can be described as an activity of touching, feeling and holding something without seeing it but just trying to feel it using the brain and the feeling.

The tribe of Minangkabau is one of Indonesia’s ethnics which is famous for the ability of doing transaction. It is believed that they inherit the ability of their ancestors from the Melayu kingdoms where the people liked to trade. One of unique tradition is marosok Sumatera Barat, a technique of trading used in trading especially for the livestock such as cows or bulls.


Read More...

Tokoh

  • DR. Ashari DR. Ashari
    Anggota Tim Layanan Asistensi dan Konsultasi Bidang Peternakan