TRANSLATE

Tentang Penyakit Mulut Dan Kuku (PMK): Penyebab, Gejala dan Cara Melindungi Hewan Ternak

PMK adalah adalah penyakit yang sangat menular dan menyebar dengan cepat pada hewan berkuku belah/bercabang dua seperti sapi, babi, domba, kambing, rusa, dan hewan berkuku belah lainnya. Hewan lain yang telah ditemukan rentan termasuk landak, armadilo, gajah, capybara, dan tikus. Akan tetapi, PMK tidak menyerang kuda.

Penularan Penyakit Mulut Dan Kuku (PMK pada manusia sangat langka. Oleh sebab itu, PMK tidak dianggap sebagai masalah kesehatan masyarakat. Namun lepuh ringan seperti lesi dapat saja terjadi.

Akan tetapi, dampak Penyakit Mulut Dan Kuku (PMK) sangat merugikan ekonomi suatu wilayah bahkan negara, karena  dapat menimbulkan pembatasan perdagangan hewan ternak.

Hingga saat ini, PMK telah terjadi di sebagian wilayah Asia, Afrika, Timur Tengah dan Amerika Selatan, namun telah berhasil diberantas dari wilayah Amerika Utara, Australia, Selandia Baru, Greenland, Islandia, dan sebagian besar Eropa.

Dalam Kepmentan No. 3238/Kpts/PD.630/9/2009 tentang Penggolongan Jenis-jenis Hama Penyakit Hewan Karantina, Penggolongan dan Klasifikasi Media Pembawa, PMK digolongkan sebagai Hama Penyakit Hewan Karantina Golongan I.

 

1. PENYEBAB PENYAKIT MULUT DAN KUKU (PMK)

Adalah virus yang merupakan anggota dari genus aphthovirus dalam keluarga Picornaviridae. Ada tujuh serotipe utama yaitu : O, A, C, SAT 1, SAT 2, SAT 3 dan Asia 1.

Serotipe O adalah serotipe yang paling umum di seluruh dunia. Serotipe  O ini bertanggungjawab untuk epidemi di Asia yang dimulai pada tahun 1990 dan telah mempengaruhi banyak negara di seluruh dunia.

Serotipe lainnya juga menyebabkan wabah yang serius namun serotipe C jarang terjadi dan belum dilaporkan sejak tahun 2004.

Beberapa serotipe Virus Penyakit Mulut Dan Kuku (PMK) lebih bervariasi dari yang lain, namun secara kolektif, mereka mengandung lebih dari 60 strain. Strain baru kadang-kadang timbul. Sementara sebagian besar strain mempengaruhi semua spesies inang rentan, beberapa strain memiliki kisaran inang lebih terbatas (misalnya strain O Cathay yang hanya mempengaruhi babi).

Kekebalan terhadap satu serotipe VPMK tidak melindungi hewan dari serotipe lainnya. Perlindungan dari strain lain dalam serotipe bervariasi tergantung kesamaan antigenik mereka.

 

2.BAGAIMANA HEWAN TERSERANG PMK?

Penyakit mulut dan kuku disebarkan oleh kontak langsung, seperti ketika hewan sehat menyentuh, menggosok, atau menjilati hewan yang sakit. Virus ini juga dapat menyebar secara aerosol, Aerosol yaitu partikel zat yang ada di udara atau gas, tergantung pada suhu lingkungan dan kelembaban.

Hewan juga dapat terinfeksi dari makanan/pakan terkontaminasi atau melalui kontak dengan benda-benda yang terkontaminasi (fomites).  Virus PMK dapat ditemukan pada pakaian, sepatu, kendaraan dan bahkan pada wajah orang-orang yang telah kontak dengan hewan yang terinfeksi.

 

3.GEJALA HEWAN YANG TERSERANG PMK

Yang paling umum adalah demam dan munculnya lepuh, bisul serta koreng pada mulut, lidah, hidung, kaki, dan puting. Kemudian lesi, atau kerusakan (ketidaknormalan) di bagian atau jaringan pada sela jari kaki.

Ternak yang terinfeksi biasanya mengalami depresi, enggan bergerak, cairan hidung dan air liur berlebihan dan hilang nafsu makan. Akibatnya, terjadi penurunan pada produksi susu, berat badan, dan pertumbuhannya.

Babi yang teinfeksi sering menunjukkan gejala sakit pada kaki namun jarang sekali memperlihatkan lesi mulut. Domba dan kambing menunjukkan gejala sangat ringan namun keduanya masih dapat menyebarkan virus. Kematian jarang terjadi akibat penyakit ini, namun pada hewan muda dapat menyebabkan kerusakan kuku permanen dan mastitis kronis.

 

3.CARA MELINDUNGI HEWAN TERNAK DARI PMK.

 Untuk mencegah masuknya PMK, gunakan prosedur biosekuriti ketat pada peternakan Anda. Isolasi hewan baru atau hewan yang akan kembali ke peternakan beberapa minggu sebelum dimasukkan ke kawanan.

Minimalkan kunjungan pada peternakan Anda, terutama mereka yang baru melakukan perjalanan dari negara-negara endemis PMK. Kenakan selalu baju dan sepatu bersih saat kontak dengan ternak sehat.

Jangan keluarkan barang-barang dari peternakan dan selalu bersihkan serta desinfeksi sebelum digunakan kembali. Kandang ternak dan peralatan harus selalu bersih dan didisinfeksi. Pantau selalu hewan Anda terhadap gejala penyakit. Isolasi sakit hewan dan hubungi dokter hewan Anda segera.

 

Sumber:

Balai Besar Karantina Pertanian Tanjung Priok
Jl. Enggano No 17, Tanjung Priok, Jakarta Utara 14310, DKI Jakarta, Indonesia
Email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
Telp. (021) 43800148, 43800150
Fax (021) 43902124, 43931061
SMS/WA 082311811181
Website http://tanjungpriok.karantina.pertanian.go.id/

Referensi :

  1. CFSPH Technical Fact Sheets. Foot and mouth disease at http://www.cfsph.iastate.edu/Factsheets/pdfs/foot_ and_mouth_disease.pdf
  2. USAHA Foreign Animal Diseases (The Gray Book) at http://www.aphis.usda. gov/emergency_response/downloads/nahems/fad.pdf
  3. World Organization for Animal Health (OIE) Foot and mouth disease information at http://www.oie.int/animalhealth-in-the-world/official-diseasestatus/fmd/

Usaha Peternakan Sapi Seperti Apakah Yang Harus Diurus Izinnya?

"Warga Mengeluh, Peternakan Sapi Tanpa Izin Dibiarkan Tetap Beroperasi", demikian judul sebuah berita yang dilansir oleh dejurnal.com, pada tanggal 07 Mei 2021. Peternakan tersebut terletak di Kampung Ciherang Rt 02 Rw 01 Desa Cikanyere, Kecamatan Sukaresmi, Cianjur. Menurut informasi yang diperoleh, peternakan tersebut memang tidak memiliki izin, dan keberadaannya tidak mendapatkan restu masyarakat sekitar. Baca selengkapnya...

Pernak Pernik Sapi Dijual

Sendok Bayi Gambar Sapi

Bahan plastik, Panjang 9 cm, Lebar 9 cm

Celengan Plastik Sapi

Tinggi 12 cm, Lebar 6 cm, Panjang 5,5 cm

Pensil Box Susu Sapi

Panjang 21 cm, Dilengkapi dengan per.

Patung Keramik Pasangan Sapi

Tinggi 13 cm, Panjang 5,5 cm, Lebar 3,5

Piring Makan Gambar Sapi

Bahan plastik, Diameter 23 cm