Loading...
iden

Brahman Adalah Sapi di India, Dikembangkan di Amerika Dan Australia, Kemudian di Ekspor Ke Indonesia

Sapi di India jumlahnya mencapai seperempat dari populasi sapi di dunia. Mayoritas penduduknya yaitu sebesar 82% adalah penganut agama Hindu yang menganggap sapi adalah mahluk suci yang melambangkan kelimpahan,dan ibu kedua bagi manusia karena sapi melayani umat manusia tanpa pamrih. Oleh karena itu, sapi diatur oleh pemerintah yang menetapkan adanya larangan memotong dan memakan daging sapi bagi penduduknya. Disinilah keberhasilan penambahan populasi di negeri ini.

Salah satu jenis sapi di India yang mendunia adalah sapi Brahman. Sapi ini mudah sekali dibedakan dengan jenis sapi lainnya karena memiliki beberapa ciri fisik yang kasat mata. Mulai dari punuknya yang berukuran  besar, kulitnya  longgar, ada gelambir yang terdapat mulai dari bawah leher hingga perutnya dengan banyak lipatan-lipatan. Ukuran telinganya panjang, menggantung dan berujung runcing.

Warnanya bervariasi, dari abu-abu muda, merah sampai hitam, tapi mayoritas adalah abu muda dan abu tua. Sapi dengan jenis kelamin jantan warnanya lebih tua atau lebih daripada betina terutama pada daerah leher, bahu dan paha bawah.

Walaupun cerdas, Sapi Brahman mempunyai sifat pemalu. Walaupun mudah dikendalikan, harus diperlakukan dengan halus agar tidak liar.  Sapi brahman mudah beradaptasi dengan lingkungannya yang bervariasi. 

Jika melihat sejarahnya, sapi brahman adalah keturunan sapi Zebu atau Boss Indiscuss, tergolong sapi potong terbaik untuk dikembangkan. Sapi di India ini merupakan saingan dari sapi terkenal lainnya yaitu sapi limosin. Sayangnya pengembangannya bukan di India, melainkan di Amerika yang masuk ke negara tersebut  pada tahun 1849.  Kemudian diperbaiki mutu genetikanya dan  diekspor ke berbagai negara diantaranya Australia.

Di Australia, sapi brahman kembali disempurnakan agar dapat menyesuaikan dengan kebutuhan sapi di negara tersebut. Dengan tujuan yang sama akhirnya di kedua negara itu terbentuk perkumpulan pembibit yaitu American Brahman Breeder Association dan Australian Brahman Breeder Association.

Di Australia, para ahli mencoba mengawinsilangkan sapi Brahman dengan dengan sapi lokal. Tujuannya adalah untuk mendapatkan jenis sapi brahman super.  Turunan sapi inilah yang nantinya diekspor ke Sumba pada tahun 1970-an, untuk  memperbaiki jenis sapi lokal disana yang relatip kecil. Bayangkan saja, sapi brahman jantan ukuran sedang bertanya antara 800 hingga 1.100 kg, sedangkan betina 500-700 kg.

Berat pedet yang baru lahir antara 30-35 kg, dan dapat tumbuh dengan cepat . Persentase karkas 48,6 hingga 54,2% dan pertambahan berat harian 0,83 - 1,5 kg.

 

Usaha Budidaya Sapi Brahman

Peternakan sapi potong jenis Brahman sudah banyak di Indonesia. Utamanya di kawasan Sumba yang dikenal sebagai sentra peternakan sapi Brahman dengan kualitas unggul. Setiap tahun, sapi-sapi dari daerah ini dikirim ke seluruh Indonesia untuk memenuhi kebutuhan daging. Sayangnya, jumlahnya belum mencukupi sehingga Indonesia masih membutuhkan daging impor dari luar negeri.

 

Pembesaran dan Pembibitan Sapi Brahman

Peternak harus bisa memilih bibit sapi Brahman yang berkualitas, yang dapat dilihat dari  bagian kaki, kepala, organ kelamin, dsb. Pemeriksaan yang sangat teliti akan menghindari kerugian akibat tumbuhnya tidak sempurna atau mati saat dibesarkan. Ada dua jangka waktu pembesaran sapi Brahman. Yang pertama adalah jangka pendek dengan waktu kurang dari enam bulan. Selanjutnya adalah metode pembesaran jangka panjang diatas 6 bulan.

Sapi yang dipelihara dengan baik bisa naik bobotnya hingga 500kg dalam dua tahun. Setelah itu baru dipotong atau dipersiapkan sebagai sapi potong indukan yang berkualitas.

 

Jenis-Jenis Sapi Brahman

Ada beberapa jenis Sapi Brahman yang beredar di pasaran. Pertama adalah sapi Brahman asli yang belum disilangkan. Lalu ada sapi Brahman Cross yang merupakan hasil persilangan sapi Brahman dengan beberapa sapi Australia seperti Limosin, Simmental, dan Hereford.

 

Keuntungan Beternak Sapi Brahman

  • Dengan perawatan dan pemberian pakan yang baik, sapi ini memiliki beberapa keunggulan jika dibandingkan dengan jenis sapi yang lain yaitu:
  • Pertambahan bobot badan setiap harinya memiliki rata rata paling tinggi dari jenis sapi lain.
  • Mudah beradaptasi, sehingga peternak tidak perlu khawatir jika kondisi iklim tidak menentu seperti sekarang ini.
  • Prosentase karkas cukup tinggi, dengan demikian akan menaikkan harga jual.
  • Biaya yang dikeluarkan untuk membeli pakan tidak sebesar untuk jenis sapi lainnya, untuk pertambahan bobot yang sama. Jenis pakan hijauan yang  bisa diberikan antara lain rumput lapang, jerami padi, rumput odot atupun rumput gajah. Untuk pakan kering umumnya diberi polar, bungkil sawit, onggok, bungkil kompra, dan kulit kopi.

Demikianlah informasi singkat terkait ternak sapi potong jenis Brahman di Indonesia. Semoga bisa menambah pengetahuan Anda tentang sejarah sapi di India hingga menjadi sapi yang dikembangkan di Indonesia.

event iac 050720

JADWAL KEGIATAN KOMUNITAS OTOMOTIFclick here button

 

CARI KANDANG SAPI UNTUK DISEWA

Siap sewa jangka panjang. Read More...

JUAL CEPAT

Tanah di Jalan Raya Puncak, Rp5 Juta Per Meter Persegi Read More...

gerobak sapi

TAHUKAH ANDA JIKA IDE FOOD TRUCK BERAWAL DARI BISNIS SAPI?

Yaitu saat harus mengirim sapi yang jaraknya sangat jauh, hingga perlu waktu berhari-hari melewati lokasi yang tidak ada penjual makanan dan minuman. Baca selengkapnya....