Jualan Sapi PO, Hati Senang Rezeki pun Datang

Sapi Peranakan Ongole atau sering dikenal dengan sapi PO adalah sapi yang dihasilkan dari persilangan sapi Ongole dan sapi lokal Jawa. Sapi jenis ini biasanya dikenal sebagai sapi pedaging yang cukup unggul dan kerap digunakan sebagai sapi pekerja. Jenis PO memang menjadi jualan sapi favorit peternak sapi di Indonesia, meski kadang  tidak murni lagi karena disilangkan dengan sapi Brahman. Berikut ulasan singkat tentang usaha budidaya ternak sapi PO di Indonesia.

 

 

Ciri Fisik Sapi PO

Sapi peranakan Ongole atau PO memiliki ciri fisik yang hampir sama dengan indukannya. Secara keseluruhan, tubuh sapi PO jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan Ongole asli yang berasal dari India.

Warna rambut dari sapi PO beraneka ragam tergantung dari indukannya. Namun secara garis besar sapi ini memiliki warna putih keabu-abuan. Pada sapi jantan, biasanya ditemukan juga bercak-bercak putih pada lututnya. Perhatikan gambar sapi PO diatas.

Sapi PO memiliki cula pada kepalanya, cula sapi jantan biasanya lebih pendek dibandingkan dengan yang betina. Selanjutnya pada punggung terdapat punuk yang mirip dengan sapi Ongole yang menjadi indukannya. Leher sapi PO sangat pendek dengan perut agak besar dan bergelambir.

 

Keunggulan Sapi PO

Meski ketenaran dari sapi PO dikalangan para pengelola usaha budidaya ternak masih kalah dengan sapi jenis Brahman atau Ongole asli, sapi PO masih memiliki beberapa kelebihan. Peternak sapi masih menganggap sapi jenis ini memberikan keuntungan yang besar saat jualan sapi. Selain itu sapi PO juga bisa dimanfaatkan sebagai alat untuk membajak sawah dan keperluan pekerjaan lain karena tubuhnya kuat.

Jenis Sapi PO super, cepat sekali mengalami reproduksi. Memiliki beberapa betina dari sapi PO adalah investasi besar yang bisa dipanen di kemudian hari. Bibit-bibit yang laku keras di pasaran akan membuat para pelaku usaha budidaya ternak dapat membeli indukan baru dan menggandakan keuntungan.

Kelebihan lain dari sapi PO adalah mudahnya sapi ini dalam bertumbuh. Dengan pemberian pakan yang tepat dan penuh nutrisi, satu ekor sapi PO bisa menambah berat tubuhnya hingga 0,75kg per hari. Sapi ini bisa tumbuh dan membesar hingga mencapai 600kg dengan masa pemeliharaan sekitar 2 tahunan.

 

 


Harga Sapi PO di Tahun 2016

Harga sapi PO cukup stabil di pasaran. Biasanya kisaran harga sapi PO ditetapkan dengan melihat bobot sapi secara keseluruhan. Semakin besar sapi yang dimiliki, maka harganya bisa semakin membengkak. Sapi dengan bobot sekitar 200-300kg biasanya dihargai sekitar Rp20.000.000,00.

Untuk sapi yang memiliki bobot 300-400kg, pedagang yang jualan sapi biasanya membanderol harga sekitar Rp25.000.000,00. Sapi PO unggul dengan bobot lebih dari 400 kg, bahkan lebih 600 kg akan dihargai sekitar Rp45.000.000,00-Rp50.000.000,00. Saat hari besar Idul Adha, harga sapi PO biasanya akan naik karena permintaan melonjak tinggi.

Demikian ulasan singkat tentang jualan sapi PO yang dilakukan di Indonesia. Semoga bisa menambah informasi terkait sapi PO yang sudah ditetapkan pemerintah sebagai sapi peranakan asli Indonesia ini.

Di tag dibawah

Kumpulan Ilmu Pengetahuan & Teknologi Untuk Peternak Sapi

Produk

Culture

marosok

"Marosok" Sumatera Barat: A Unique Transaction System in West Sumatra, Indonesia

What is Marosok Sumatera Barat? - A Special tradition in doing a transaction called marosok in West Sumatra is a unique way of transaction. The word marosok can be described as an activity of touching, feeling and holding something without seeing it but just trying to feel it using the brain and the feeling.

The tribe of Minangkabau is one of Indonesia’s ethnics which is famous for the ability of doing transaction. It is believed that they inherit the ability of their ancestors from the Melayu kingdoms where the people liked to trade. One of unique tradition is marosok Sumatera Barat, a technique of trading used in trading especially for the livestock such as cows or bulls.


Read More...