Loading...
iden

Memilih Bahan Mentah Untuk Bangunan Berikut Tipe dan Konstruksi Kandang Sapi Ideal

Bahan mentah untuk bangunan disebut sebagai material. Material adalah bahan yang belum diproses, jadi material digunakan untuk membuat bahan lain. Contohnya adalah pasir, kapur, dan kayu untuk membuat kandang sapi. Pasir diolah dengan semen untuk  membuat dinding,  kapur digunakan sebagai bahan pelapis dinding sebelum dinding dicat, agar cat dapat menempel dengan baik di dinding, atau sebagai pelekat keramik. Kayu dipakai untuk membuat konstruksi bangunan, seperti tiang, kerangka atap, dan lain-lain.

Setiap konstruksi bangunan kandang sapi selalu membutuhkan pasir. Pasir dibedakan menjadi empat jenis, yaitu:

  1. Pasir Beton; warnanya hitam pekat, butirannya sangat halus hingga tidak menggumpal saat dikepal alias  buyar saat dilepaskan. Pasir ini digunakan untuk pengecoran dan plester dinding. Bisa juga digunakan sebagai adukan untuk memasang pondasi batu bata bangunan. 
  2. Pasir Pasang; lebih halus daripada pasir beton. Sehingga ketika digenggam pasir ini akan tetap menggumpal dan tidak kembali buyar. Pasir ini digunakan untuk campuran semen perekat bata, batu alam, dan keramik. Namun, meski lebih halus dari pasir beton tetap saja mengandung kerikil yang cukup banyak. Sehingga sebelum digunakan sebaiknya diayak terlebih dahulu.
  3. Pasir Plester; pasir jenis ini berfungsi sebagai  plester dinding yang halus, jadi seharusnya tidak mengandung kerikil dan kotoran-kotoran lainnya. Meski demikian pasir ini tetap harus diayak.
  4. Pasir Urug; karena digunakan sebagai bahan urug, pasir ini tidak perlu sehalus pasir lainnya. Biasanya pasir yang digunakan adalah pasir dari sungai atau sisa-sisa ayakan.

 

Bagaimana dengan kayu sebagai bahan mentah untuk bangunan kandang sapi? 

Ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian ketika ingin membeli kayu untuk kandang sapi. Berikut tipsnya:

  • Pilih jenis kayu; Kayu merbau, kayu besi, atau kayu bayam di Makassar adalah jenis kayu unggulan di kelasnya. Agar tahan lama, sebaiknya menggunakan kayu merbau, selain kuat juga tahan rayap.
  • Perhatikan tekstur, pilihlah kayu dengan tekstur keras dengan warna merah kecokelatan. Caranya cukup mudah, karena pada saat kayu terkena air akan mengeluarkan getah berwarna merah.
  • Hindari belang pada kayu; hindari jika terdapat belang putih, karena akan menjadi sasaran empuk rayap.

 

Anda wajib menggunakan bahan mentah untuk bangunan kandang sapi  yang kualitasnya baik karena  kandang adalah salah satu faktor yang mempengaruhi kesuksesan usaha ternak. Tipe dan konstruksinya harus memenuhi syarat antara lain dapat memberikan kenyamanan baik pada sapi ataupun peternaknya, juga dapat melindungi sapi dari berbagai faktor seperti:

  1. Perubahan cuaca atau iklim yang ekstrem (panas, hujan dan angin)
  2. Binatang buas
  3. Pencurian
  4. Penyakit

Kandang yang baik dapat meningkatkan produktifitas, oleh sebab itu pembuatan kandang harus memperhatikan beberapa hal yaitu:

  1. Pemberian pakan, minum, dan perkawinan
  2. Pengambilan, pengumpulan dan pembersihan kotoran (feses, urine dan sisa pakan)
  3. Efisiensi penggunaan tenaga kerja.
  4. Tatalaksana dan cara pemeliharaan ternak baik secara intensif, ekstensif maupun pemeliharaan semi intensif.

 

Beberapa faktor ini kudu diperhatikan saat membangun kandang sapi, antara lain dari segi teknis, ekonomis, kesehatan kandang (ventilasi kandang, pembuangan kotoran), efisien pengelolaan dan kesehatan lingkungan sekitarnya. 

Salah satu segi teknis adalah konstruksi bangunan kandang yang harus kuat, mudah dibersihkan, sirkulasi udaranya bagus, tidak lembab dan punya tempat penampungan kotoran beserta saluran drainasenya. Kontruksi bangunan kandang juga harus bisa bertahan dari benturan dan dorongan dari sapi, juga menjaga keamanan dari pencurian.

Tata letak kandang dan perlengkapannya dirancang sedemikian rupa agar sapi tetap nyaman saat berada didalamnya. Juga memudahkan peternak pada saat memberikan  pakan dan minum, membuang kotoran dan menangani kesehatan sapinya. Bagaimana dengan desainnya?  Konstruksi bangunan kandang sapi wajib sesuai dengan agroekosistem wilayah setempat, tujuan pemeliharaan, dan status fisiologisnya.

Untuk konstruksi bangunan kandang sapi yang dibangun di dataran tinggi, harus tertutup agar sapi tidak kedinginan. Untuk dataran rendah kebalikannya yaitu bentuk kandang yang lebih terbuka.

Mengenai bentuk kandang berdasar status fisiologis dan pola pemeliharaan, harus dibedakan antara kandang pembibitan, penggemukan, pembesaran, kandang beranak/menyusui, kandang pejantan, kandang paksa (kandang jepit), dll.

Untuk tipe kandang sapi berdasarkan bentuk dan fungsinya terdiri atas dua jenis yaitu:

 

1. Tipe Kandang Tunggal

Kandang tunggal atau kandang individu, merupakan tipe kandang yang menerapkan pola budidaya satu ternak untuk satu kandang. Luas setiap kandang pada tipe kandang tunggal ini disesuaikan berdasarkan ukuran tubuh sapi yang diternakkan, umumnya setiap kandang sapi pada tipe ini dibuat dengan panjang sekitar 2,5m dan lebar 1,5m.

Konstruksi bangunan harus kuat dan pada bagian depan kandang ditempatkan sebuah wadah untuk pakan dan minum hewan ternak atau yang biasa disebut sebagai palungan, sedangkan pada bagian belakang terdapat parit atau selokan sebagai saluran pembuangan kotoran. Untuk memisahkan satu kandang sapi dengan kandang lainnya, dipergunakan sekat yang dibangun memanjang mulai dari palungan sampai batas badan.

Menurut susunannya, terdapat beberapa macam kandang individu, di antaranya:

  1. Kandang satu baris.
  2. Kandang dua baris dengan posisi kepala yang berlawanan (saling membelakangi).
  3. Kandang dua baris dengan posisi kepala yang searah (saling menghadap).

 

2. Tipe Kandang Kelompok

Kandang kelompok atau disebut juga dengan kandang koloni/komunal merupakan salah satu model kandang, di mana dalam suatu ruangan kandang ditempatkan beberapa ekor ternak sapi yang dilepas bebas tanpa diikat.

Kandang tipe ini lebih efisien dibandingkan dengan tipe kandang tunggal, peternak hanya fokus pada pemberian pakan dan minum, serta membersihkan palungan.

Berdasarkan bentuk atapnya, tipe kandang komunal ini dapat dibedakan menjadi dua jenis, yakni:

  • Kandang kelompok beratap seluruhnya.
  • Kandang kelompok beratap sebagian.  

Nah, itulah sekilas informasi mengenai bahan mentah untuk bangunan kandang sapi, tipe dan konstruksinya. Sama seperti budidaya ternak lainnya, tata perkandangan yang baik dan tepat, dapat menjadi salah satu faktor penjamin keberhasilan budidaya ternak Anda.

event iac 050720

JADWAL KEGIATAN KOMUNITAS OTOMOTIFclick here button

 

SEWA  KANDANG

layanan permintaan sewa kandang

Kami membutuhkan kandang yang bisa disewa di daerah Jabodetabek. Luasan minimal 500 m2. Siap sewa jangka panjang.

Hubungi: Ren 081286773429 

 

---------------------------------------------------

gerobak sapi

TAHUKAH ANDA JIKA IDE FOOD TRUCK BERAWAL DARI BISNIS SAPI?

Yaitu saat harus mengirim sapi yang jaraknya sangat jauh, hingga perlu waktu berhari-hari melewati lokasi yang tidak ada penjual makanan dan minuman. Baca selengkapnya....