Loading...
iden

Walaupun Bukan Peluang Usaha Baru, Penggemukan Sapi Masih Menjanjikan Keuntungan Besar

Pusing ingin memulai usaha apa? Atau tertantang ingin ganti usaha? Mengapa tidak mencoba usaha sapi, walaupun bukan termasuk peluang usaha baru tapi masih menjanjikan keuntungan asal tau caranya. Secara umum, ada 3 cabang usaha budi daya sapi potong yang dapat Anda pilih, yaitu pembibitan, penggemukan, atau kombinasi keduanya dengan peluang yang sama besar dan ada tantangan tersendiri jika dikembangkan. Seperti judul diatas, artikel ini akan membahas dulu tentang penggemukan sapi dulu ya.

Seperti kita ketahui, obyek dari penggemukan sapi adalah jenis sapi potong, yaitu sapi yang secara khusus dipelihara untuk diambil dagingnya. Lama penggemukan sapi ini umumnya sekitar 3 sampai  6 bulan. Sebagai peternak pemula, Anda harus memahami tentang bibit sapi potong terlebih dahulu. Karena pemilihan bibit sapi ini  sangat berpengaruh pada hasil yang akan didapat yaitu untung besar dari usaha ternak yang dijalankan.

 

Pemilihan Bakalan Sapi Potong

Banyak sekali jenis bibit sapi unggul yang bisa dijadikan bibit sapi potong, antara lain Sapi Bali, Brahman, Madura, Angus, Charolais, Ongole, Limosin, dan lain-lain. Dalam proses penggemukan bakalan sapi potong, yang paling umum adalah sistem ‘kereman’, yaitu sapi diletakkan di satu tempat khusus (kandang), kemudian diberikan pakan lengkap berupa hijauan segar ditambah makanan konsentrat.

Karena memakai sistem kereman, anda harus bisa memilih kualitas bibit sapi terbaik agar hasilnya maksimal, antara lain

  • Sapi jantan muda. Mengapa sapi jantan? karena selain bisa sebagai sapi yang nanti dipotong di Rumah Pemotongan Hewan, ada peluang untuk dijual sebagai sapi kurban
  • Minimal bobot bakalan sapi adalah 200kg.
  • Berbadan sehat dan tidak cacat
  • Tubuh silindris, dengan bulu pendek dan tidak berminyak
  • Bentuk wajah panjang dan punggung lurus
  • Memiliki kerangka yang besar dengan rusuk yang lurus

 

Umur Ideal Bibit Sapi Potong Untuk Mendapatkan Untung Besar

Dari ciri-ciri di atas, umur ideal yang disarankan adalah sapi bakalan yang berumur 1 - 1.5 tahun. Namun jika penggemukannya dalam jangka waktu pendek, lebih baik bila Anda memilih bibit sapi potong yang sudah berusia  2 tahun, tapi tidak lebih dari 3 tahun.

Hal ini mempertimbangkan bahwa bakalan sapi berusia 1 tahun masih memerlukan banyak nutrisi bagi pertumbuhannya. Makanan yang diberikan akan habis untuk nutrisi pertumbuhan tersebut dan tidak akan menambah daging serta lemaknya.

Sehingga usia bibit sapi ini, tidak disarankan untuk penggemukan sapi potong dalam waktu 3-6 bulan. Bila usia bakalan sapi potong sudah mencapai lebih dari 3 tahun, dikhawatirkan terlalu tua untuk memproduksi daging.

Nah, sekarang Anda sebagai peternak pemula sudah mengetahui bagaimana memilih usia terbaik bakalan sapi potong untuk menghasilkan untung besar dari usaha peternakan Anda, terutama dengan sistem ‘kereman’.

 

Kendala Usaha Penggemukan Sapi

Beberapa masalah pada usaha penggemukan sapi potong:

  • Modalnya cukup besar, baik untuk membangun kandang ataupun untuk membeli sapi bakalan.
  • Saat ini sulit sekali mendapatkan bibit atau sapi bakalan berkualitas.
  • Walaupun bukan peluang usaha baru, jika hanya menjualnya sebagai sapi pedaging tidak bisa dapat untung karena hasil yang didapat tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan, oleh sebab itu fokus juga untuk menjualnya sebagai sapi kurban
  • Kenaikan bobot badan sapi tidak optimal  karena pakan yang berkualitas harganya mahal
  • Sulitnya pemasaran sapi potong bagi peternak pemula, salah-salah modal habis karena pembeli yang berhutang.

 

 

Beberapa hal yang wajib jadi pertimbangan sebelum memulai usaha

  • Jika belum berpengalaman, hindari menambah modal pembelian sapi bakalan melalui pinjaman bank.
  • Beli bibit atau bakalan sapi yang memiliki data recording baik, atau dari peternak yang berpengalaman dan terpercaya.
  • Pilih jenis sapi bibit atau bakalan yang sesuai dengan kondisi lingkungan kandang 
  • Manfaatkan limbah pertanian dan perkebunan untuk efisiensi biaya pakan. 
  • Memulai dari skala kecil untuk mencari pengalaman, misalnya dengan 2-4 ekor.
  • Cari momen yang tepat untuk membeli bibit atau bakalan seperti saat menjelang hari raya Idul Fitri dimana banyak peternak menjual sapi untuk biaya merayakan Lebaran. Sapi pun bisa didapat dengan harga yang lebih murah. Sekitar 4 bulan kemudian ketika hari raya Idul Adha tiba, sapi yang telah dewasa dapat dijual kembali dengan harga berlipat. 
  • Jangan lupa mengembangkan usaha dengan menyisihkan sebagian keuntungan yang didapat untuk membeli sapi lagi. 
  • Mencatat setiap kegiatan, seperti jumlah pakan sapi yang diberikan dan peningkatan bobot dari bulan ke bulan. Kemudian pertambahan populasi, penjualan sapi, jumlah sapi yang sakit maupun mati, serta obat dan suplemen yang diberikan. Dan yang paling penting adalah pencatatan keuangan.
  • Bergabung dengan kelompok peternak untuk mendapatkan kemudahan tambahan modal berbunga rendah, memperoleh kredit dari bank, serta sarana berbagi pengetahuan dan pengalaman.

 

Demikian informasi tentang penggemukan sapi, walaupun bukan peluang usaha baru akan tetapi masih menjanjikan keuntungan yang cukup besar.

 

 

CARI KANDANG SAPI UNTUK DISEWA

Siap sewa jangka panjang. Read More...

tanduk kerbau

ALAT PIJAT KERIK TERAPI GUASA DARI TANDUK Rp21.000

Tanduk, sudah sejak lama digunakan cara untuk pengobatan tradisional Cina yang disebut gua sha. Gua artinya kerok atau gosok, sedangkan sha berarti kemerahan. Tidak main-main, terapi ini sudah dipraktekkan sejak 2.000 tahun silam. Bahkan dapat dikatakan Gua Sha adalah kerokan ala Cina.

Baca selengkapnya...