Untung Besar Bagi Usaha Ternak Anda, Jika Bisa Mendapatkan Bibit Sapi Pada Umur Idealnya

Seperti kita ketahui, sapi potong adalah sapi yang secara khusus dipelihara untuk diambil daging beserta lemaknya. Lama penggemukan sapi ini umumnya memerlukan waktu 6 bulan dan sudah bisa diambil hasil dagingnya.

Sebagai peternak pemula, Anda harus memahami kondisi bibit sapi potong sebagai hal yang sangat penting. Oleh karena pemilihan bibit sapi sangat berpengaruh pada hasil sapi bakalan yang akan digemukkan. Dalam artikel ini kita akan membahas umur ideal bibit sapi potong, agar Anda bisa mendapatkan untung besar dari usaha ternak yang dijalankan.

 

Pemilihan Bakalan Sapi Potong

Banyak sekali jenis bibit sapi unggul yang bisa dijadikan bibit sapi potong, antara lain Sapi Bali, Brahman, Madura, Angus, Charolais, Ongole, Limosin, dan lain-lain. Dalam proses penggemukan bakalan sapi potong tersebut, ada yang menggunakan sistem ‘kereman’, yaitu memberi pakan sapi dengan pakan hijauan segar ditambah makanan konsentrat.

Dengan sistem ‘kereman’ ini, berikut bakalan sapi potong yang perlu diperhatikan oleh peternak, yaitu:

  • Sapi jantan muda yang telah berumur 1 - 1.5 tahun
  • Minimal bobot bakalan sapi adalah 200kg.
  • Berbadan sehat dan tidak cacat
  • Tubuh silindris, dengan bulu pendek dan tidak berminyak
  • Bentuk wajah panjang dan punggung lurus
  • Memiliki kerangka yang besar dengan rusuk yang lurus

 

Umur Ideal Bibit Sapi Potong Untuk Mendapatkan Untung Besar

Dari ciri-ciri di atas, umur ideal yang disarankan adalah sapi bakalan yang berumur 1 - 1.5 tahun. Namun lebih baik bila Anda memilih bibit sapi potong yang sudah berusia  2.5 tahun dan tidak lebih dari 3 tahun.

Hal ini mempertimbangkan bahwa bakalan sapi berusia 1 tahun masih memerlukan banyak nutrisi bagi pertumbuhannya. Makanan yang diberikan akan habis untuk nutrisi pertumbuhan tersebut dan tidak akan menambah daging serta lemaknya.

Sehingga usia bibit sapi ini, tidak disarankan untuk penggemukan sapi potong yang biasanya memerlukan waktu pendek 6 bulan yang efisien. Sebaliknya, bila usia bakalan sapi potong sudah mencapai lebih dari 3 tahun, dikhawatirkan terlalu tua untuk produksi serta pertumbuhan daging dan lemaknya.  

Nah, sekarang Anda sebagai peternak pemula sudah mengetahui bagaimana memilih usia terbaik bakalan sapi potong untuk menghasilkan untung besar dari usaha peternakan Anda, terutama dengan sistem ‘kereman’. Mengapa bakalan sapi potong ini harus diseleksi dengan baik? Karena hal tersebut sebagai faktor penentu keberhasilan utama usaha penggemukan sapi potong Anda.

Apabila Anda salah memilih usia bibit sapi potong ini sejak awal, pertumbuhan bibit sapi potong tidak akan berjalan dengan baik. Bakalan sapi ini tidak akan menerima asupan nutrisi yang diberikan sehingga hasilnya akan jauh berbeda dari bibit sapi potong dengan usia ideal. Dengan menerapkan teknik pemilihan yang tepat, Anda bisa mendapatkan sapi bakalan yang  jauh lebih baik. Artinya, ada peluang untuk mendapatkan untung besar!

Di tag dibawah

Kumpulan Ilmu Pengetahuan & Teknologi Untuk Peternak Sapi

Produk

  • Tips Menjaga Produk Susu agar Senantiasa Segar Tips Menjaga Produk Susu agar Senantiasa Segar
    Banyak dari anda yang mungkin suka dengan susu sapi. Produk peternakan tersebut memang kaya gizi dan menyehatkan. Citasanya pun sangat enak, apalagi di jaman sekarang ini mulai banyak sekali varian rasa yang bisa ditambahkan sehingga rasanya lebih segar. Namun demikian, susu sapi terbaik untuk dikonsumsi tetap susu sapi yang segar.
    Read more...
  • Tips dan Trik Jitu Memasak Lidah Sapi agar Empuk dan Tak Berbau Amis Tips dan Trik Jitu Memasak Lidah Sapi agar Empuk dan Tak Berbau Amis
    Bagian sapi yang satu ini sangat mudah ditemukan di pasar tradisional atau mungkin di supermarket karena banyak orang yang menggemarinya. Namun, tak banyak yang bisa mengolahnya.  Apabila tak dimasak dengan benar,  olahan lidah sapi cenderung alot (liat) dan keras. Tak hanya itu, terkadang juga timbul bau amis yang kuat.
    Read more...

Culture

marosok

"Marosok" Sumatera Barat: A Unique Transaction System in West Sumatra, Indonesia

What is Marosok Sumatera Barat? - A Special tradition in doing a transaction called marosok in West Sumatra is a unique way of transaction. The word marosok can be described as an activity of touching, feeling and holding something without seeing it but just trying to feel it using the brain and the feeling.

The tribe of Minangkabau is one of Indonesia’s ethnics which is famous for the ability of doing transaction. It is believed that they inherit the ability of their ancestors from the Melayu kingdoms where the people liked to trade. One of unique tradition is marosok Sumatera Barat, a technique of trading used in trading especially for the livestock such as cows or bulls.


Read More...

Tokoh