Dr. Ir. L. Hardi Prasetyo - Narasumber Diklat Ternak Itik

Dr. Ir. Laurentius Hardi Parsetyo, M.Agr, mendapatkan gelar sarjana pertanian (jurusan Statistika Pertanian) pada tahun 1976 dari Institut Pertanian Bogor. Pendidikan S2 ditempuh pada University of Sydney Australia tahun 1983 dengan gelar Master of Agriculture (M.Agr).

Sedangkan gelar doktoral (Ph.D) diperoleh tahun 1988 dari North Carolina State University, di Amerika. Yang bersangkutan melanjutkan ke Post-Doctoral pada tahun 2001-2002 dengan judul Genetic Approach in Advanced Livestock Breeding and Conservation program pada University of Sydney di Australia.

 

RIWAYAT PENDIDIKAN

1988 : Ph.D. dalam bidang Genetika Kuantitatif, North Carolina State University, USA
1983 : Master of Agriculture dalam bidang Genetika Kuantitatif, Sydney University, Australia
1976 : Sarjana Pertanian dalam bidang Statistika Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Indonesia

 

PENGALAMAN KERJA

1977-2016 : Peneliti pada Balai Penelitian Ternak, Bogor, Indonesia
2003-2005 : Ketua Program Unggas dan Aneka Ternak, Balai Penelitian Ternak
Jan.-April 1996 : Research Fellow pada National Institute of Agrobiological Resources, Tsukuba, Japan
2001-2002 : Research Fellow pada ‘REPROGEN’, University of Sydney, Sydney, Australia
2000-2010 : Anggota Sub Komisi Bibit Ternak Unggas, Direktorat Jenderal Produksi dan Kesehatan Hewan
2001-2016 Anggota Dewan Redaksi “Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner”

 

KETERLIBATAN DALAM PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PETERNAKAN ITIK

  1. Evaluasi produksi berbagai jenis itik di Indonesia.
  2. Evaluasi persilangan diantara jenis-jenis itik lokal di Indonesia.
  3. Pengembangan sistem pembibitan itik petelur pada beberapa lokasi di Jawa, dan pendampingan pembibitan itik di masyarakat.
  4. Menghasilkan galur-galur komersial itik petelur dan itik pedaging unggul.
  5. Pendampingan pembibitan itik di BPTU-HPT Pelaihari, Kalsel, dan usaha pembibitan itik swasta.
  6. Nara sumber dalam berbagai pelatihan budidaya itik kepada pelaku usaha peternakan.
  7. Nara sumber dalam pelaksanaan bimbingan teknis peternak dan petugas daerah oleh berbagai dinas peternakan di daerah sentra-sentra itik.
  8. Nara sumber dalam pelatihan budidaya itik kepada kelompok peternak di Selangor, Malaysia.
  9. Pembicara dalam seminar unggas air tingkat nasional dan internasional.
  10. Pelestarian dan pengembangan beberapa jenis plasma nutfah itik lokal yang ada di Indonesia.

JADWAL DIKLAT

 

22/10/2018
Pelatihan Formulasi Dan Praktek Pembuatan Pakan Untuk Ternak Sapi & Domba

 

 

------------------------------

 

Supaya untung besar, ternak saya diberi makan apa ya?

-------------------------

Dengan aplikasi ini, anda dapat mengetahui perkiraan laba harian usaha ternak secara mudah dan cepat, hanya dengan meng-input berat sapi, jenis kelamin, lama penggemukan, harga jual sapi, jenis pakan dan komposisinya.

Buktikan sendiri!

 

 Download DISINI

-----------------------------

INGIN MEMBUKA USAHA TERNAK?

Silahkan pilih program pendidikan dan pelatihan khusus untuk pemula, yang dibagi berdasarkan komoditas ternaknya yaitu :

  1. Ternak Sapi
  2. Ternak Kambing & Domba
  3. Ternak Ayam
  4. Ternak Itik
  5. Ternak Kelinci

 

 UNTUK PETERNAK YANG SUDAH BERPENGALAMAN

Tersedia beberapa program khusus, untuk mengoptimalkan pendapatan usaha ternak yang sedang dijalankan yaitu:

  1. Pakan Sapi ++
  2. Pakan Domba Kambing ++

Semua Tentang Sapi

SEJARAH

ford model a truk pengangkut susu di indonesia 2

SEJARAH TRUK PENGANGKUT SUSU DI INDONESIA

Sejak awal didirikan, target market dari produk "Soesoe Tjap Bendera" memang cukup luas. Oleh sebab itu diperlukan kendaraan yang mampu memenuhi kebutuhan tersebut. Lantas jenis mobil apa yang menjadi pilihannya?. Simak disini...

KULINER

CARA MUDAH MEMBUAT BAKSO DAGING SAPI

Bahan-bahan:

  • 50 gr tepung sagu/kanji
  • 350 gr daging sapi
  • 4 siung bawang putih
  • 1/2 sdt merica
  • 100 cc air es
  • 3 sdt garam
  • 1 butir telur

Lanjutkan DISINI

bakso jumbo mas bejo bogor

 

KOMUNITAS PETERNAK

pendiri ppski
 
Sekitar tahun 1970-an, peternak sapi perah di Jawa Barat mengalami kesulitan untuk  memasarkan produk susu sapi segarnya melalui koperasi ke Industri Pengolah Susu (IPS). Sebagian besar sapi segar yang tidak diterima oleh IPS, akhirnya harus dibuang. Mencoba untuk mencari solusi atas permasalahan tersebut, sekelompok peternak terpanggil untuk mengadakan diskusi tentang peternakan sapi di Jawa Barat, yang diselenggarakan di PT. Baru Adjak Lembang, pada tanggal 07 April 1976.