Sate Maranggi Ceu Loli, Penjual Sate Khas Purwakarta Di Bogor

Sate maranggi adalah salah makanan lezat khas Kabupaten Purwakarta,  yang kini mendunia  karena dinobatkan sebagai salah satu dari delapan jajanan kaki lima favorit dunia versi CNN. Mungkin banyak yang belum tahu, jika Sate Maranggi memiliki sejarah yang menarik karena ada beberapa pendapat tentang asal usulnya. Terlepas dari ketidakpastian asal usulnya, sate maranggi sudah pasti lezat. Jika sedang berada di  Bogor, jangan lupa mampir ke kedai Sate Maranggi yang mulai terkenal karena citarasanya yang nikmat, yaitu Sate Maranggi Ceu Loli.

Meski tergolong baru, namun berkat pengalaman dan kepiawaian pemiliknya yang sudah cukup lama berkecimpung di bidang kuliner, hanya dalam waktu beberapa bulan setelah warung ini dibuka telah berhasil menjadi penjual Sate Maranggi yang diburu para penggemarnya.

Sebagai pelengkap menyantap Sate Maranggi, tersedia Sop Tulang sapi yang berisi tulang iga sapi dengan bumbu spesial dan diberi taburan bawang merah dan putih goreng diatasnya. Sangat cocok disantap dalam suasana apapun, terutama ketika musim hujan atau cuaca dingin seperti di Bogor.

Lokasi Sate Maranggi Ceu Loli berada disebuah kawasan wisata kuliner terpopuler di kota Bogor, tepatnya di: Jl. Pandu Raya No.3, RT.1/RW.13, Tegal Gundil.

Jika membutuhkan panduan GOOGLE MAP, silahkan  KLIK DISINI

 

 

ASAL USUL SATE MARANGGI

Dikutip dari nationalgeographic.grid.id. asal usul sate maranggi berasal dari tiongkok. Pendapat tersebut diutarakan oleh Chef Haryo Pramoe, koki yang mendalami kuliner Indonesia dan juga pendiri Indonesian Food Channel.

Keberadaan Sate maranggi di Indonesia, berawal dari para pendatang dataran Tiongkok yang hidup dan menetap disini, khususnya di daerah Jawa Barat di tengah-tengah masyarakat Sunda.

Mereka membuat Sate Maranggi menggunakan daging babi dengan ragam bumbu yang dibawa dari negeri asalnya. Sebagai bukti, bumbu yang digunakan pada sate maranggi, sama persis dengan bumbu untuk membuat dendeng babi dan dendeng ayam yang dijual di Tiongkok, Hongkong, dan Taiwan

Pengggantian jenis daging yang digunakan untuk membuat sate maranggi terjadi setelah terjadi setelah banyak orang tionghoa ini yang belajar agama Islam dan menjadi mualaf yang mengharamkan daging babi. Sejak itulah, daging babi dengan daging sapi atau daging kambing.

 

 

Asal Usul sate Maranggi Versi Pemerintah Kabupaten Purwakarta

Sedangkan menurut purwakartakab.go.id, sate maranggi awalnya merupakan makanan hasil kreasi para pekerja di sebuah peternakan domba di Kecamatan Plered.

Karena hanya bisa menikmati daging domba ini di waktu-waktu tertentu, itupun hanya daging yang tersisa dari tempat pemotongan. Dengan modal potongan daging domba tersebut, mereka mencoba mengolahnya dengan cara merendam daging didalam larutan yang diberi bumbu rempah dengan tambahan sedikit gula aren.

Hasilnya adalah sebuah masakan baru yang enak. Informasi tentang kelezatnya olahan tersebut bahkan terdengar hingga keluar dari area peternakan. Melihat adanya peluang bisnis yang dapat dimanfaatkan, beberapa penduduk di sekitarnya kemudian menjualnya sebagai sate domba.

Salah satu warung sate domba yang tersohor adalah milik Mak Anggi. Seiring berjalannya waktu, penyebutan Sate Mak Anggi pun berubah menjadi sate Makanggi dan kini lebih dikenal dengan nama sate maranggi.

Para pedagang sate maranggi yang lahir di Kecamatan Plered pun terus menyebar bukan hanya di Purwakarta saja melainkan sampai ke Cianjur, Sukabumi, Subang hingga Bogor. Resep dan penyajiannya pun semakin bervariasi. Mulai dari penggunaan sambal tomat, sambel oncom dan ketan bakar sebagai pengganti nasi, seperti Sate Maranggi Ceu Loli ini.

Dilihat 49 kali
  • 155

    Promosikan Bisnismu Disini! Mudah Murah Dan Tepat Sasaran

    Iklan penawaran barang atau jasa adalah salah satu strategi promosi yang sangat efektif menyasar target pasar secara luas dan cepat, untuk berbagai jenis produk bahkan termasuk hasil peternakan sapi berikut produk olahannya. Untuk Anda yang saat ini membutuhkan media promosi yang tepat untuk menawarkan daging, susu, bibit sapi, sapi potong, sapi perah, sapi kurban dan produk olahan pangan seperti: sosis, kornet, yoghurt, keju serta kuliner, kini tersedia program promosi untuk keperluan…

SERBA SERBI DAGING SAPI

Kuliner Legendaris Bogor, Sop Buntut Sapi Mang Endang

Pengen sop buntut sapi yang paling enak di Bogor? Salah satu pilihannya adalah yaitu Sop Buntut Mang Endang Incu (Cucu) Ma Emun.Lokasinya berada di Jalan Sudirman no 60A, dekat dengan Taman Air Mancur. Bagi masyarakat Bogor, kata “Incu (cucu) Ma Emun” adalah brand yang merupakan jaminan mutu bagi sop buntut sapi, utamanya dalam hal rasa dan tingkat keempukannya. Konon khabarnya, sop buntut ini kerap menjadi langganan penghuni Istana Bogor di masa pemerintahan bapak Susilo Bambang Yudhoyono. Baca selengkapnya...
  • 42

    Jual Daging Wagyu Rosu

    Siapa yang bisa menghindar dari empuk dan lumernya daging satu ini? Langsung dateng aja ke Meatline karena semua daging yang kamu inginkan ada disini

MANFAAT SUSU SAPI

Apakah Osteoporosis Sekunder Dapat Dicegah Dengan Mengkonsumsi Susu Sapi?

Osteoporosis sekunder adalah jenis pengeroposan tulang akibat kondisi medis dan penggunaan obat-obatan. Contoh kondisi medis kelainan endokrin, gangguan fungsi hati, ginjal, defisiensi vitamin D, gangguan hematologi, kelainan saluran cerna dan berbagai macam obat-obatan. Osteoporosis sekunder juga terjadi pada penderita gagal ginjal kronis dan kelainan hormonal, contohnya adalah tiroid dan adrenal. Baca selengkapnya...
  • 39

    Stok Ready Susu Kambing & Susu Sapi

    Kamis sampai Selasa Susu Kambing: 2L Rp. 65.000 (Paket Hemat) 1L Rp. 35.000 ½L Rp. 18.000 Susu Sapi 1L Rp. 12.000 ½L Rp. 7.000 1 Porsi Rp. 5.000 (matang) Yuk buruan DiOrder ! ! ! Bisa COD, Gratis ongkir, sampai rumah juga Bisa

JENIS SAPI & HARGA SAPI

Investasi Sapi Perah Jenis Apa Yang Paling Populer di Indonesia?

Investasi sapi perah banyak dilakukan oleh orang di Indonesia sejak dahulu kala. Namun, jika berbicara mengenai sapi perah, bisa dibilang bahwa tidak ada sapi lokal yang benar benar memiliki karakter sebagai sapi perah. Perkenalan masyarakat Indonesia terhdap sapi perah berawal pada abad 18, yaitu pada masa kolonial Belanda yang mendatangkan sapi perah jenis FH atau ‘Friesien Holstein’. Baca selengkapnya...
  • 47

    Jual Sapi 22 Ekor

    Bagi yang siap borong semua juga boleh. Lokasi Ds sawangan doro Kab. Pekalongan.