idarzh-CNenhi

Bisakah Susu UHT menggantikan ASI / Susu Formula?

Susu UHT merupakan salah satu jenis susu yang sangat terkenal di Indonesia. susu ini memiliki proses yang berbeda dengan susu lainnya dan justru inilah yang terkadang membuat orang khawatir tentang nutrisi yang dikandung oleh susu UHT. Bahkan ada beberapa pihak yan memiliki asumsi keliru tentang kualitas susu UHT yang dibandingkan dengan susu segar.

Berikut ini adalah beberapa asumsi tersebut.

 

1. Susu UHT tak efektif untuk mengatasi osteoporosis

Banyak orang memiliki anggapan bahwa susu segar lebih baik dan efektif dalam mencegah penyakit osteoporosis. Memang belum ada bukti ilmiah untuk mendukung opini ini. faktanya, ada sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa susu yang baik adalah susu yang sudah melewati proses bernama UHT ini atau melalui mesin pasteurisasi.

Namun, ini tak mengubah tingkat sirkulasi kalsium dan penyerapan di susu. Hal tersebut sudah dibuktikan melalui sebuah eksperimen yang menggunakan tikus. Bahkan, penelitian juga dilakukan pada manusia dengan cara menggunakan ASI. Ini artinya, susu yang dipanaskan dan tak dipanaskan tak memiliki pengaruh dalam retensi dan penyerapan fosfor, kalsium, dan sodium pada bayi premature.

 

2. Kandungan Nutrisi di Susu UHT sudah berubah dengan drastis

Dalam prosesnya, susu UHT menggunakan pemanasan dengan suhu tinggi. hal inilah yang kemudian membuat banyak orang bertanya tanya, apakah nutrisi yang ada di dalamnya bisa bertahan? Faktanya adalah, proses pemanasan dengan suhu tinggi ini menyebabkan beberapa vitamin turun, namun jumlahnya hanya sedikit yakni kurang dari 20%.

Penurunan ini pun tak merugikan konsumen, terutama untuk mereka yang memiliki pola hidup sehat. Di lain sisi, kehilangan vitamin selama proses pembuatan ini biasanya juga akan digantikan oleh pabrik pembuat susu UHT dengan cara menambahkan beberapa vitamin ke dalam produk susu UHT tersebut.

 

3. Perubahan Proporsi lemak dan protein pada susu

Efek proses yang digunakan dalam membuat susu UHT seringkali dipertanyakan, khususnya untuk kandungan lemak dan protein susu. Faktanya adalah, proses pemanasan serta pasteurisasi di lemak UHT ini akan menciptakan sebuah perubahan baik secara kimia atau fisik. Namun, perubahan ini sifatnya ringan dan proses denaturalisasi tak memberikan pengaruh nilai nutrisi pada susu.

Seperti yang kita tahu bahwa lemak susu memberikan efek yang signifikan pada nutrisi dalam susu karena mengandung banyak vitamin B, D, A dan kalsium. Jangan lupa untuk membaca label pada kemasan agar anda tahu pasti kandungan nutrisi apa saja yang terkandung dalam sebuah produk susu UHT.

Tak ada yang perlu ditakuti dalam mengkonsumsi susu UHT. Namun memang pada bayi, batita dan ibu hamil sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum anda mengkonsumsinya. Yang membuat susu UHT aman untuk dikonsumsi adalah adanya kombinasi antara pemanasan pada suhu ultra tinggi dan proses pasteurisasi, pengemasan di karton Tetra Pack dimana proses pasteurisasi dapat membunuh bakteri dan kemasan tetra pack ini pun dapat melindungi susu dari udara, cahaya, dan beragam kontaminasi berbahaya.

Inilah yang menyebabkan susu UHT dapat disimpan hingga 6 bulan meskipun tidak di dalam kulkas. Namun, selalu ingat untuk mengecek tanggal kadaluwarsanya sebelum anda mengkonsumsi susu UHT. Di lain sisi, susu UHT ini juga tak akan berubah warna dan rasanya sepanjang kemasan belum dibuka. Karena itu, seringkali dianjurkan untuk segera menghabiskan susu setelah kemasannya dibuka.

  • Ngopi Bareng Peternak Sapi Indonesia 2019 Ngopi Bareng Peternak Sapi Indonesia 2019
    Tak terasa kita sudah di penghujung tahun 2019. Bagaimana, masih punya semangat untuk bisnis sapi? Atau sudah mengambil keputusan untuk beralih pada bidang usaha lain? Bagi yang sudah cukup lama menekuni bidang usaha ini, sepertinya sulit untuk meninggalkannya begitu saja. Bisnis sapi sudah seperti "way of life", alias jalan hidup, karena banyak sekali suka dan duka yang dialami yang menjadikan kita seperti sekarang ini.  
    Read more...