Loading...
idarzh-CNenhi

Apakah Anda Sudah Tahu Bedanya Antara Susu Sapi Biasa Dengan Susu A2?

Sejak kecil, kita sudah mengenal yang namanya susu sapi. Susu sapi ini ialah minuman yang sangat diakui dan dipercayai mempunyai kandungan yang baik bagi kesehatan dan kecantikan. Maka dari itu dari kecil kita sudah dibiasakan untuk mengkonsumsi susu sapi. Pada kesempatan kali ini, kami akan membahas mengenai manfaat susu A2 yang sering disebut-sebut sebagai susu dengan kualitas yang lebih baik untuk menjaga kesehatan tubuh.

Hasil dari pengembangan pelaku industri susu sapi, berhasil menemukan susu yang kualitasnya konon lebih baik daripada susu A1 yang bisa dihasilkan oleh mayoritas peternakan sapi perah diseluruh dunia. Produk yang disebut  sebagai susu A2 dipercaya memiliki manfaat yang lebih baik bagi kesehatan tubuh. Nama susu A2 berasal dari kandungan protein yang ada didalamnya yaitu jenis protein A2 saja.

Protein A2 diyakini jauh lebih mudah untuk dicerna dan diserap oleh tubuh tanpa ada dampak sampingannya.  Berbeda dengan susu A1, yang pada banyak orang bisa menimbulkan rasa tidak nyaman pada perut, seperti mual dan kembung.

Penyebabnya utamanya adalah protein A1 yang mengandung asam amino histidin, dan terletak di posisi n67 pada rantai protein. Kandungan tersebut akan dihancurkan oleh enzim tubuh untuk berubah menjadi fragmen protein dengan nama senyawa beta casomorphin 7 atau yang disingkat dengan BCM 7. Dan senyawa tersebutlah yang membuat anda merasa tidak enak setelah mengkonsumsi susu.

Asam amino histidin memang bisa dikatakan penting untuk melindungi kesehatan, salah satunya adalah fungsi seksual. Akan tetapi jumlah histidin yang jauh lebih tinggi bisa mengakibatkan gangguan-gangguan penyakit mental seperti halnya penyakit skizofrenia. Pada susu A2, tidak ada asam amino histidin, akan tetapi mengandung asam amino prolin.

Asam amino prolin ini dinilai sangat berguna dalam melindungi sendi dan otot. Tak hanya itu saja prolin pun memiliki peran penting dalam produksi sel dengan cara memecah protein yang bermanfaat dan berguna untuk kulit kita, apa lagi ketika kulit sedang dalam keadaan terluka. Asam amino prolin juga tidak menimbulkan gangguan-gangguan pada sistem pencernaan anda seperti halnya susu yang berasal dari sapi perah pada umumnya.

Protein pada susu A2 inipun sesungguhnya tergolong alami, karena sapi yang menghasilkan susu A2 ini diperoleh hanya dengan proses alami dengan cara seleksi tes DNA saja tanpa melakukan rekayasa genetik. Dengan demikian cukup aman bagi kita untuk mengkonsumsi produk susunya dalam jangka panjang.

Sapi Perah Bunting Harus Minum Air Putih Dengan Jumlah Yang Cukup

Walaupun air yang terkandung dalam hijauan yang dikonsumsi bisa mencapai 80% dari total beratnya, namun belum cukup memenuhi kebutuhan air bagi sapi perah bunting. Oleh karena itu tugas anda sebagai peternak adalah menyediakan pasokan air untuk minum sapi selalu tersedia.

Susu Murni Tahan Berapa Hari Di Kulkas?

Pernahkah anda mengalami kejadian susu sapi yang menjadi basi padahal sudah anda simpan ? Jika iya, mungkin ada yang salah dengan teknik dan cara menyimpan anda. Susu merupakan sebuah produk dari sapi yang sangat bergizi namun, susu sapi memang memiliki sifat yang mudah sekali rusak oleh sebab itu harus benar-benar diperlakukan dengan tepat.

Tentang Pakan Ruminansia Untuk Sapi Perah Jantan, Apa Yang Paling Cocok?

Sapi perah jantan memiliki nafsu makan tinggi dan juga tumbuh dengan cepat dan lebih besar, oleh sebab itu jenis pakan ruminansia yang diberikan juga berbeda dengan sapi perah betina
  • Ngopi Bareng Peternak Sapi Indonesia 2019 Ngopi Bareng Peternak Sapi Indonesia 2019
    Tak terasa kita sudah di penghujung tahun 2019. Bagaimana, masih punya semangat untuk bisnis sapi? Atau sudah mengambil keputusan untuk beralih pada bidang usaha lain? Bagi yang sudah cukup lama menekuni bidang usaha ini, sepertinya sulit untuk meninggalkannya begitu saja. Bisnis sapi sudah seperti "way of life", alias jalan hidup, karena banyak sekali suka dan duka yang dialami yang menjadikan kita seperti sekarang ini.  
    Read more...