Mengolah Daging Sapi Sebagai Makanan Pendamping ASI

Tips dan trik mengolah daging sapi kali ini sangat menarik karena membahas mengenai konsumsi daging sapi untuk bayi. Orangtua di Indonesia masih sangat jarang yang  memilih daging sapi untuk MPASI atau Makanan Pendamping Air Susu Ibu untuk bayi diatas 6 bulan. Padahal, daging sapi memiliki gizi yang sangat lengkap, juga protein tinggi yang mudah diserap oleh tubuh.

Misalnya saja seperti lemak, Vitamin D, omega 3, zat besi, Vitamin B Kompleks, dan lain sebagainya,  dimana zat gizi tersebut dapat membantu pembentukan sel sel darah merah. Mengapa orang tua tak memasukkan daging sapi ke dalam daftar MPASI? Alasannya bahwa daging sapi sulit dicerna. Padahal,  dengan sedikit perlakuan daging sapi tetap bisa  dikonsumsi oleh bayi. Pemberian daging sapi bisa dilakukan saat bayi sudah memasuki usia 7 bulan, karena sudah bisa mengkonsumsi makanan padat.

Untuk mendapatkan manfaat yang lebih baik, daging sapi sebaiknya diberikan secara rutin dalam menu MPASI bayi. Contohnya saja setiap satu minggu sekali sehingga anak sudah akan terbiasa untuk mengkonsumsi daging sapi. Tak mahal juga kan jika hanya satu minggu sekali saja?

 

 

Cara Memberikan Daging Sapi yang Benar untuk Konsumsi Bayi

Di bawah ini adalah beberapa cara pengolahan yang harus anda perhatikan:

  • Pilih daging sapi dengan bagian lemak yang sedikit, bisa bagian has luar atau paha belakang.
  • Giling halus atau dicacah dengan sangat lembut.
  • Rebus daging cacah atau daging giling tersebut hingga matang. Saat merebusnya, anda akan mendapatkan kaldu yang bisa digunakan untuk membuat bubur atau nasi tim. Saat bubur sudah matang, anda bisa mencampurkan daging sapi cacah yang sudah direbus tersebut untuk kemudian dihaluskan/diblender dan disaring.
  • Apabila bayi sudah memiliki gigi yang cukup lengkap. Cobalah memberikan biskuit atau makanan yang dipotong, jika bisa mengunyahnya, saatnya memberikan olahan daging sapi yang sudah dipotong kecil-kecil .

 

Sebagai tambahan informasi, pemberian daging sapi juga lebih baik dibandingkan daging olahan seperti nugget, sosis, daging asap, dan bakso karena dikhawatirkan mengandung bahan pengawet dan zat kimia lainnya. Penting juga mengamati efek pemberian daging sapi, apakah ada reaksi alergi yang timbul.

Di tag dibawah

Artikel terkait

Tokoh

Artikel Paling Populer

  • Qurbani Business for Muslim Market: 5 Guides for Expanding Your Cattle Farming Qurbani Business for Muslim Market: 5 Guides for Expanding Your Cattle Farming
    A Large Number of the Muslim Market Will Upscale Your Cattle Business to a Higher Level. Every year all of Muslims in the world celebrate the Eid al Adha. It's the day when Muslims who can afford Qurbani animal to sacrifice and give it to others. Only some kind of animals that allowed to be Qurbani. They are goats, sheep, cows, buffalos, bulls, or camels. This post will explain about the profitable business aspect of cattle farming for the big Muslims market.
    Read more...

KOMUNITAS PETERNAK

Serba serbi Lebaran Sapi Bagaimana Sejarah dan Tradisinya

Serba-serbi Lebaran Sapi: Bagaimana Sejarah dan Tradisinya?

Siapa yang tidak bahagia saat lebaran tiba? Banyak orang merayakannya dengan melakukan tradisi mudik lebaran, silaturahmi, dan menyantap ketupat bersama keluarga. Namun, apakah perayaan itu juga berlaku untuk lebaran sapi? Simak ulasan berikut ini untuk mengetahui sejarah, tata cara, peralatan, hingga filosofinya.

Baca Selengkapnya...