Loading...
iden

Perbedaan Bedug dari Kulit Sapi dan Kulit Kerbau

Anda tentu sudah familiar dengan alat musik bedug bukan? Tak sekedar instrumen musik biasa, tetapi bedug juga memiliki nilai sakral tersendiri. Seperti diketahui, di Indonesia, bedug biasanya dipukul saat menjelang kumandang adzan di masjid-masjid atau surau-surau. Di tinjau dari bahan yang digunakan, bedug yang dijumpai di Indonesia biasanya terbuat dari bahan kulit sapi atau kulit kerbau. Lalu, apa perbedaan keduanya? Artikel ini akan mengupas perbedaan bedug dari kulit sapi dan kulit kerbau.

Baik bedug yang terbuat dari kulit sapi maupun kulit kerbau, keduanya sama baiknya. Hanya saja, masing-masing memang memiliki keunggulan dan kelemahan sendiri-sendiri. Bedug dari kulit sapi misalnya, memiliki karakteristik suara yang lebih nyaring. Lain halnya dengan bedug yang dibuat dari kulit kerbau yang menghasilkan suara lebih rendah, tetapi dikenal lebih tahan lama.

Meski terdapat perbedaan bahan, tetapi pada dasarnya bunyi bedug nyaris sama saja, kecuali didengarkan oleh orang yang memang ahli di bidang perbedugan. Selain dipengaruhi kelenturan jenis kulit sapi maupun kerbau yang berbeda, bunyi bedug bisa saja berbeda tingkat kenyaringannya lantaran perbedaan bahan dan bentuk ‘badan bedug’.

Pada dasarnya, bedug bisa dibuat dengan berbagai macam kayu. Namun, kayu jati terbilang bahan bedug yang terbaik. Selain dikenal kuat, kayu jati juga dikenal tahan lama, sehingga masa penggunaan bedug juga lebih panjang. Lalu, badan bedug yang memiliki bagian menggembung di tengah, akan menghasilkan resonansi suara yang lebih menggelegar. Salah satu pengrajin bedug yang menggunakan teknik ini adalah Zainal Arifin, pemilik bengkel kerajinan bedug di Dusun/Desa Jeruk Seger, Mojokerto.

’’Sebenarnya tiap perajin punya ciri sendiri. Kalau saya, ada gembung di tengah. Ini agar resonani suaranya menggelegar,’’ kata pria tamatan IKIP Malang tersebut sebagaimana dilaporkan dari Jawa Pos Radar Mojokerto awal tahun lalu.

Ia menyebutkan bahwa proses pembuatan bedug diawali dengan pemotongan kayu, kemudian pemekaran kayu. Proses tersebut dilakukan dengan hati-hati agar kayu tidak sampai patah. Selanjutnya, proses dilanjutkan dengan pemasangan bilah kayu yang juga harus dilakukan dengan ekstra hati-hati. Bedug pun dikatakan baru setengah jadi jika sudah terbentuk badannya, yaitu seperti tabung, tetapi tanpa penutup pada kedua sisinya. Barulah kedua sisi itu ditutup dengan kulit sapi atau kerbau tadi.

Terlepas dari karateristik masing-masing pada kulit sapi maupun kerbau, kulit yang dipasang pada kedua sisi tersebut jika bisa elastis, maka resonansi suara yang dihasilkan pun lebih bagus.

Bedug sendiri sebenarnya bukan instrumen asli Indonesia. Alat musik ini berasal dari India dan juga China. Merujuk pada legenda Cheng Ho dari Negeri Tirai Bambu, dulu Laksamana Cheng Ho yang datang ke Semarang mendapatkan sambutan baik para Raja Jawa kala itu.

Dikisahkan bahwa Laksamana Cheng Ho ingin memberikan hadiah kepada Raja Jawa, dan sang raja pun mengatakan ingin mendengarkan suara dari bedug. Sejak pemberian hadiah itulah, bedug kemudian menjadi bagian dari masjid. Bedug pun menjadi semakin lazim digunakan di masjid-masjid atau langgar-langgar (mushola-masjid kecil). Bedug dipukul sebagai pertanda waktu sholat telah tiba, karena dulu belum ada pengeras suara.

Di negeri asalnya, juga di Korea dan Jepang, bedug pun digunakan sebagai alat ritual keagamaan. Justru lantaran sejarahnya inilah kemudian penggunaan bedug di Tanah Air sempat menuai masalah. Pada masa Orde Baru, pemerintah sempat mengeluarkan bedug dengan alasan mengandung unsur non Islam. Sebagai pertanda masuknya waktu sholat pun kemdian dengan pengeras suara saja. Namun, tak semua kalangan menyetujui hal ini. Warga NU misalnya menolak hal tersebut, sehingga tak mengeherankan bedug pun masih banyak dilihat pula di Nusantara.

Artikel terkait

--------------------------------

LOKASI PENJUALAN PRODUK

 

 iklan media tanam karya subur 2Media Tanam "KARYA SUBUR"

Rp15.000

 

pupuk organik sumber subur

Pupuk Organik "SUMBER SUBUR"

Rp20.000

 

sate maranggi duniasapi 1

Sate Maranggi

Rp35.000

--------------------------------

 

"Pil Sapi" Bukanlah Obat Untuk Sapi

Pil adalah suatu sediaan berbentuk bulat atau bulat telur, mengandung satu atau lebih bahan obat untuk pemakaian dalam. Salah satu contohnya adalah pil sapi. Namun Pil Sapi bukanlah nama sebenarnya, melainkan nama yang populer dikalangan penggunanya. Nama aslinya adalah pil Trihex atau THP, dengan nama generik atau istilah kimianya adalah Trihexyphenidyl. Baca Selengkapnya...

KOHE ++ Untuk Media Tanam Pupuk Rp10.000/Pack

Mikroba, memiliki banyak peran penting, termasuk untuk menyuburkan tanah dan menghasilkan tanaman yang berkualitas dan berkuantitas tinggi. Oleh sebab itu, sangat penting untuk menambah jumlah mikroba yang ada di dalam tanah. Mikroba atau mikroorganisme hidup yang dapat memberikan efek baik atau kesehatan pada organisme lain disebut sebagai probiotik.

DR. Ashari, Pakar Studi Kelayakan dan Manajemen Usaha Ternak

Dr. Ashari a biology degree (Department of Zoology / Ecology) in 1970 from the University of Gadjah Mada. Education S3 (Department of Animal Sciences) Doctoral degree (Dr.) in 1992 with a dissertation titled "Goat Ranch perspective on the various Agro-ecosystem in the Road (A Survey on the road and in the case study of two village-Bogor District Ciawi)". Read More...

Sebagai Hidangan, Lebih Baik Daging Sapi Atau Kambing?

Daging sapi dan daging kambing tergolong jenis daging merah yang bergizi tinggi. Berdasarkan…

Suka Jeroan Sapi? Kuliner Ini Pasti Favorit Anda

Lagi-lagi Jalan Suryakencana di Bogor, menghadirkan kuliner yang sangat menggoyang lidah. Setelah…

Fluktuasi Harga Daging Sapi, Siapa Yang Diuntungkan?

Kenaikan harga daging sapi ketika mendekati Lebaran menjadi fenomena yang terjadi setiap tahun di…

Siapa Menyangka Food Truck Berawal Dari Bisnis Sapi?

Yang dimaksud dengan Food Truck adalah sebuah konsep bisnis produk makanan ataupun minuman dengan…
  • Toko Duniasapi

    Berlokasi di seputaran wilayah Tajur di Kota Bogor, Toko Duniasapi menyediakan berbagai produk yang berhubungan dengan sapi, mulai dari kuliner, hingga pernak-pernik. Kami memiliki 20 tahun pengalaman menangani berbagai kegiatan peternakan khusus sapi (silahkan lihat liputannya di Tabloid KONTAN), oleh sebab itu hanya produk-produk pilihan yang ditawarkan disini, yaitu:

Pasundan Cow is Believed to Have More Advantages Compared to Other Kinds

Technical Implementing Unit from Bandung is developing the Bos Sundaicus or known as the original Pasundan cow in Jambuhala Village, Desa Celak, Gununghalu, West Bandung, West Java. Just like its name, this is the original livestock from West Java. What makes it different from others is this livestock is believed to have more advantages than other varieties. By doing the good nursery, it is hoped that this variety can become the superior kind.