TRANSLATE

Jasa Pembuatan UV Dryer

Beras adalah hasil olah dari produk pertanian yang disebut padi (Oryza sativa) yang merupakan bahan pangan pokok dan sumber karbohidrat bagi sebagian besar rakyat Indonesia. Ada banyak tahapan yang harus dilalui sampqai menjadi beras, mulai dari pemungutan (pemanenan) malai padi, perontokan, pengangkutan, pengeringan, penyimpanan dan penggilingan sampai beras siap dipasarkan atau dikonsumsi.

Semua tahapan maupun rangkaian proses harus dikerjakan dengan benar, agar dapat mengurangi terjadinya susut hasil, menekan tingkat kerusakan meningkatkan daya simpan dan daya guna komoditas pertanian agar dapat menunjang usaha penyediaan bahan baku industri, meningkatkan nilai tambah, kesempatan kerja dan melestarikan sumber daya alam.

Salah satu proses yang harus dilakukan adalah pengeringan, yaitu mengeluarkan sebagian atau seluruh air yang terdapat dalam biji gabah. Untuk menghasilkan beras berkualitas baik, gabah hasil panen harus secara cepat, dapat dengan cara penjemuran dengan sinar matahari langsung atau dengan alat pengering buatan.

Gabah yang terlambat dikeringkan akan berakibat tidak baik terhadap kualitas berasnya. Hal ini disebabkan gabah hasil panen dengan kadar air tinggi dan kondisi lembab mengalami respirasi dengan cepat. Akibatnya butir gabah busuk, berjamur, berkecambah maupun mengalami reaksi pencoklatan enzimatis sehingga beras berwarna kuning/kuning kecoklatan.

Kehilangan hasil pada tahapan penjemuran umumnya disebabkan oleh (1) fasilitas penjemuran seperti lantai jemur maupun alas lainnya yang kurang baik, sehingga banyak gabah yang tercecer dan terbuang saat proses penjemuran dan (2) adanya gangguan hewan seperti ayam, burung dan kambing.

Ada 2 cara pengeringan yang lazim digunakan oleh petani yaitu : (1) pengeringan dengan cara penjemuran langsung menggunakan sinar matahari, dan (2) pengeringan dengan menggunakan alat pengering buatan (artificial dryer). Pengeringan dengan sinar matahari (penjemuran) harus memperhatikan itensitas sinar, suhu pengeringan yang selalu berubah, ketebalan penjemuran dan frekuensi pembalikan.

Penjemuran yang dilakukan tanpa memperhatikan hal-hal tersebut diatas dapat menyebabkan penurunan kualitas beras, misalnya beras akan menjadi pecah waktu proses penggilingan. pengeringan gabah dengan menggunakan instore drying memberikan hasil yang cukup baik dengan tingkat keretakan gabah berkisar 1,25 - 1,50% pada varietas ciherang dan berkisar 2,75 -  4,75% pada varietas pandan wangi.

Pengeringan dengan alat pengering buatan akan menghasilkan gabah berkualitas lebih baik, hal ini disebabkan suhu pengering, aliran udara panas dan laju penurunan kadar air dapat dikendalikan.

Salah satu contoh alat pengering buatan adalah Pengering Ultra Violet (UV Dryer). Pada prakteknya, alat ini tidak hanya dapat digunakan sebagai pengering gabah saja , tetapi dapat juga sebagai pengering berbagai produk lainnya seperti: kopi, coklat, pisang, ikan, bahkan untuk mempercepat proses pengeringan garam.

UV Dryer ini menggunakan metode green house atau rumah kaca karena dilengkapi dengan plastik UV yang berfungsi sebagai penghantar panas, temperatur di dalam ruangan dapat terjaga dengan baik.

Prinsip pemanasan UV Dryer ini memanfaatkan radiasi yang masuk ke dalam bangunan pengering dan terperangkap bangunan yang berpenutup transparan sehingga meningkatkan suhu panas dalam bangunan. Suhu tersebut digunakan untuk menguapkan air yang terkandung pada hasil panen. Perbedaan suhu di luar dan di dalam bangunan UV Dryer berkisar antara 5 sampai 10 derajat.  .

Dengan adanya UV dryer ini maka permasalahan yang sering dihadapi petani dalam usaha tani yaitu permasalahan kualitas hasil panen yang kurang bagus dapat diatasi, sehingga harga jual komoditas pertanian dapat dipertahankan.

Untuk petani, kelompok tani, ataupun Badan Usaha Milik Desa  yang membutuhkan UV Dryer, kami dari menawarkan jasa pembuatan UV Dryer sebagai solusi bagi petani dan industri dalam proses pengeringan hasil panen.

UV Dryer ini menggunakan metode efek rumah kaca. Diperlengkapi dengan plastik uv yang berfungsi sebagai penghantar panas, temperatur didalam ruangan dapat terjaga dengan baik. Prinsip pemanasan dari UV Dryer ini memanfaatkan radiasi yang masuk kedalam bangunan pengering dan terperangkap bangunan yang berpenutup transparan sehingga meningkatkan suhu panas dalam bangunan.

Suhu tersebut digunakan untuk menguapkan air yang terkandung pada hasil panen. Perbedaan suhu di luar bangunan dan didalam UV Dryer berkisar antara 5 sampai 10 derajat.  Dengan bantuan UV Dryer ini, proses pengeringan dapat tetap berjalan walaupun cuaca hujan. Pada saat kondisi cuaca cerah pengeringan dapat dilakukan selama 2-3 hari.

Keuntungan lain dari penggunaan UV Dryer ini adalah tidak menggunakan bahan bakar dan listrik. Zat aditif yang terkandung didalam plastik uv memberikan banyak keuntungan lain seperti anti bakterial untuk melindungi hasil panen dari penyebaran bakteri, serangga, dan jamur. Bentuk bangunan yang didesain anti tikus dengan barrier tembok dan wiremesh menambah perlindungan UV Dryer.

Cara menggunakan UV Dryer:

  1. Droppingdan Spreading; Hamparkan gabah basah (sekitar 25% kadar air) pada permukaan lantai, kemudian ratakan ketebalannya. Semakin tipis hamparan maka akan semakin baik proses pengeringannya.
  2. Pembalikan gabah; Proses pembalikan gabah sangat penting untuk mempercepat proses pengeringan, terutama setelah 30 menit pertama pengeringan, karena pada saat itulah laju pengeringan berada di fase tertinggi. Selanjutnya, lakukan pembalikan setiap 2 jam.

Dengan penggunaan UV Dryer proses pengeringan hasil panen dapat menjadi lebih efektif dan efisien.

Untuk info lebih lanjut silahkan hubungi kami:

  • 08138888099990-Anda Rukanda
  • 081389864400-Agung Sumedi
  • 0811112227- Abrianto

Media