Mengenal Alergi Susu Sapi pada Bayi

Dalam beberapa kondisi atau situasi, seringkali bayi disarankan untuk mengkonsumsi susu formula yang terbuat dari susu sapi. Nah, ada beberapa bayi yang mungkin menunjukkan reaksi penolakan dari tubuhnya terhadap susu sapi. Banyak orang kemudian menyebut bayi tersebut alergi susu sapi. Ternyata, penolakan tubuh terhadap susu sapi bisa berupa alergi dan bisa berupa intoleransi terhadap laktosa dan dua hal ini sangat berbeda.

Kali ini, kami akan membahas lebih banyak tentang alergi susu sapi. Alergi pada susu sapi merupakan sebuah kondisi dimana bayi tak bisa menerima rantai protein kompleks yang ada pada susu sapi. Oleh karena itu, gejala alergi kemudian akan muncul dalam waktu singkat atau kurang dari 1 jam atau bisa juga dalam jangka waktu lama selama lebih dari 1 hari.

 

 

Alergi Susu Sapi

Alergi pada susu sapi merupakan kasus yang cukup serius namun umum dijumpai pada bayi. Tubuh manusia didesain memiliki sistem kekebalan untuk melindungi diri dari infeksi. Sistem kekebalan inilah yang akan menyerang bakteri dan virus yang menyebabkan penyakit. Alergi susu sapi ini merupakan sebuah kondisi dimana tubuh tak dapat membedakan mana protein susu dan manakah virus dan bakteri. Istilah ini dikenal juga dengan nama allergen.

Protein susu sapi ini juga dapat menjadi masalah bagi imunitas atau kekebalan tubuh yang rendah. Di lain sisi, alergi susu sapi juga bisa disebabkan oleh saluran cerna bayi yang memang belum berfungsi sempurna. Sebagai orang tua, sangat penting untuk mengenali gejalanya dan mengkonsultasikan dengan dokter agar anda mendapatkan penanganan yang tepat.

Biasanya atau sama seperti alergi pada umumnya, alergi susu sapi akan menyerang saluran pencernaan, kulit, dan nafas. Ada 3 pola klinis respons alergi yang biasanya terjadi pada bayi seperti:

 

Reaksi cepat; Reaksi ini muncul sekitar setelah 45 menit bayi meminum susu sapi. Reaksi ini seperti munculnya bintik merah pada kulit bayi, gatal, dan juga gangguan pada saluran nafas seperti hidung, bersin, nafas berbunyi, dan mata memerah.

Reaksi Sedang; Reaksi sedang muncul pada jangka waktu 45 menit-20 jam setelah bayi meminum susu sapi dengan ditandai respon muntah dan diare.

Reaksi lambat; Biasanya, gejala untuk reaksi ini adalah konstipasi atau sulit BAB, diare, dan dermatitis atau eksim kulit. Gejala ini akan timbul atau terlihat lebih dari 20 jam setelah bayi mengkonsumsi susu sapi.

 

 

Cara Mengatasi Alergi Susu Sapi pada Bayi

Alergi susu sapi pada bayi memang merupakan kondisi yang umum ditemukan, namun ini bukan berarti anda bisa menyepelekannya. Tanpa penanganan yang tepat, alergi bisa mempengaruhi tumbuh kembang dan organ tubuh bayi. Sebagian besar memang bayi akan melewati masa alergi susu sapi di usia 18 bulan.

Namun jika sebelum waktu itu alergi sudah menyerang, cara yang tepat untuk menyikapinya adalah dengan menghindari protein susu kedelai dan sapi. Jangan lupa untuk berkonsultasi dengn dokter agar anda bisa tahu jenis susu apa yang paling tepat untuk bayi.

Konsultasikan secara rinci kepada dokter tentang kondisi kesehatan bayi yang memiliki reaksi alergi susu sapi secara rutin dan simpan riwayat kesehatan ini dengan baik agar anda bisa lebih mudah memantau kesehatan harian dan nutrisinya. Jangan lupa pula untuk meneliti asupan makanan dan minuman yang akan diberikan pada bayi sehingga bayi akan terhindar dari alergi susu sapi.

Di tag dibawah

Artikel terkait

Tokoh

Artikel Paling Populer

KOMUNITAS PETERNAK

Serba serbi Lebaran Sapi Bagaimana Sejarah dan Tradisinya

Serba-serbi Lebaran Sapi: Bagaimana Sejarah dan Tradisinya?

Siapa yang tidak bahagia saat lebaran tiba? Banyak orang merayakannya dengan melakukan tradisi mudik lebaran, silaturahmi, dan menyantap ketupat bersama keluarga. Namun, apakah perayaan itu juga berlaku untuk lebaran sapi? Simak ulasan berikut ini untuk mengetahui sejarah, tata cara, peralatan, hingga filosofinya.

Baca Selengkapnya...