Mengenal Sapi Brahman dan Keunggulan yang Dimilikinya

Sapi brahman menjadi salah satu jenis sapi yang cukup banyak dikembangbiakkan di Indonesia. Untuk sapi ini termasuk ke dalam jenis sapi unggulan. Dimana tubuh yang dimilikinya cukup besar dibandingkan dengan sapi lokal dan mempunyai punuk.

Asal Usul Sapi Brahman

Sejak tahun 1970 sampai saat ini, sapi brahman dikembangbiakkan di Indonesia. Seperti namanya, sapi ini berasal dari India dan kemudian dikembangkan di Amerika. Sesudah peternak Amerika berhasil mengembangkan sapi ini, peternak Australia pun tidak ingin kalah juga. Akhirnya peternak Australia mulai impor bibit sapi brahman unggulan dari Amerika untuk dibudidayakan di Australia. Peternak Australia mengawinsilangkan sapi brahman dengan sapi lokal. Ini dilakukan dengan tujuan mendapatkan sapi brahman super. Dari perkawinan ini tentu anakkannya akan berbeda dari asli. Hasil persilangan sapi yang berhasil akan diekspor ke Sumba untuk dikembangbiakkan dan memperbaiki jenis sapi lokal disana.

Ciri-Ciri Sapi Brahman

Jenis sapi ini menjadi salah satu jenis sapi potong unggul dan tersebar luas di dunia. Untuk sapi brahman ini sendiri pun memiliki ciri-ciri sebagai berikut;

  • Telinga yang dimiliki oleh sapi ini besar dan cenderung menggantung, selain itu telinganya bergerak lemas atau kendur. Selain itu punuk pun besar dan menonjol di punggung bagian depan dekat kepala.
  • Ukuran sapi jantan bisa mencapai 800 kg – 1 ton. Sedangkan sapi betina bisa mencapai 460 – 700 kg. Untuk anakan sapi brahman beratnya antara 27 – 30 kg.
  • Dari segi warna sapi brahman sendiri pun sangat bervariasi. Mulai dari abu-abu terang sampai merah sampai hampir hitam. Namun mayoritas sapi brahman yang dibudidayakan adalah warna abu-abu terang sampai sedang. Sapi dewasa jantan warnanya lebih gelap dari betina dan mempunyai daerah gelap pada leher, bahu dan paha bawah.
  • Bulu sapi pendek, tebal dan berkilau sehingga mampu memantulkan sinar matahari. Hal ini menambah kemampuan untuk merumput dibawah sinar matahari ketika siang hari tanpa harus kesusahan.
  • Kulit sapi dengan pigmen hitam menjaga dari sinar matahari yang terik. Apabila pigmen terlalu berlebihan, maka bisa merusak lapisan jaringan yang lebih dalam.
  • Selain itu kulit sapi brahman ini juga longgar dan bergumpal dianggap memiliki kontribusi untuk menahan cuaca panas. Dengan meningkatkan luas permukaan tubuh maka bisa menjadi pendingin alami.
  • Kelenjar keringat yang dimiliki oleh sapi brahman dan kemampuan berkeringat dengan bebas lewat pori-pori kulit. Maka bisa memberikan kontribusi pada toleransi panas.

Keunggulan Sapi Brahman yang Harus Diketahui

Dengan perawatan dan pemberian pakan yang baik tentunya akan membuat sapi brahman jadi mudah untuk dibesarkan. Dalam waktu singkat pastinya sudah gemuk dan bisa dijual dan mendapatkan banyak keuntungan dari segi keuangan. Nah berikut ini beberapa keunggulan yang harus diketahui dari sapi brahman.

  • Pertambahan bobot badan setiap harinya mempunyai rata-rata paling tinggi dari sapi jenis lainnya.
  • Mempunyai tingkat adaptasi lingkungan yang baik, jadi peternak tidak harus khawatir mengenai perubahan lingkungan ternak secara tiba-tiba.
  • Karkas yang dihasilkan oleh sapi brahman tinggi.
  • Untuk pakan sapi brahman tidak sulit karena bisa diberikan berbagai macam rumput. Contohnya rumput lapang, jerami padi, rumput odot, atau rumput gajah. Selain itu juga bisa diberikan pakan kering berupa polar, kulit kopi, bungkil kompra, bungkil sawit, dan onggok.

Nah itulah ciri-ciri dan keunggulan yang dimiliki oleh sapi brahman. Dengan mengetahui hal-hal diatas, tentunya akan membuat Anda jadi lebih mudah ketika ingin membeli atau ternak sapi brahman.

Ternak Sapi Perah Masih Menjadi Pilihan Bisnis di Desa Yang Menguntungkan, Bagaimana Cara Menjalankannya?

Keberhasilan reproduksi menjadi faktor yang paling menentukan dalam peningkatan produksi sapi perah. Pada kenyataannya, sebagai bisnis di desa yang menguntungkan, mayoritas peternak kerap mengalami kinerja reproduksi yang rendah, ditandai dengan tingginya angka kawin berulang serta rendahnya angka kebuntingan sapi betina. Kondisi tersebut biasanya terjadi akibat catatan keturunan sapi yang tidak tersusun dengan baik. Padahal catatan ini dapat digunakan peternak saat memilih bibit unggul. Baca selengkapnya...

Lumpy Skin Disease, Penyakit Yang Mulai Mengancam Peternak Sapi dan Kerbau di Indonesia

Lumpy Skin Disease (LSD) adalah penyakit infeksi kulit yang disebabkan oleh Lumpy Skin Disease Virus (LSDV). Virus ini umumnya menyerang hewan sapi dan kerbau. Belum ada laporan terkait kejadian LSD pada ruminansia lain seperti kambing dan domba. Kini kasus lumpy skin pada sapi dan kerbau sudah ditemukan di Indonesia. Tercatat ada 31 desa di Pulau Sumatera yang melaporkan kasus lumpy skin pada sapi dan kerbau ini. Diperlukan tindakan cepat agar penyakit infeksius tersebut tidak menyebar lebih… Baca selengkapnya...

Tips Meningkatkan Harga Bibit Sapi Supaya Bisa Untung Besar Ketika Dijual

Untuk anda yang memilih menjual bibit sapi sebagai penghasilan utama, inginkah anda bisa meraih untung lebih banyak? Untuk itu coba pahami tentang susunan dan perkembangan alat pencernaan anak sapi dibawah ini. Beberapa saat setelah lahir, pedet mengkonsumsi kolostrum, yaitu air susu yang dikeluarkan dari ambing sapi yang baru melahirkan, berwarna kekuning-kuningan dan lebih kental dari air susu normal. Bagaimana takarannya? Baca selengkapnya...