RAGAM INFORMASI

TENTANG DUNIA PERSAPIAN

Ngorok Adalah Salah Satu Tanda Bahwa Sapi Telah Terkena Penyakit Berbahaya

Penyakit ngorok pada sapi tergolong berbahaya karena dapat menyebabkan kematian dalam waktu singkat. Jika Anda menggeluti dunia peternakan, tentu istilah penyakit ngorok sama sekali tidak asing di telinga Anda. Penyakit yang satu ini kerap menyerang hewan seperti ternak sapi, kerbau, babi, domba, kambing, dan bahkan kuda (kendati tidak sesering pada sapi).

Penyebab penyakit ngorok (septichaemia epizootic/SE) adalah bakteri Pasteurella multocidas serotype 6B dan 6E. Penyakit ngorok bersifat menular dari satu ternak ke ternak lain. Biasanya penularan berasal dari ternak lain yang telah kebal dan melepaskan bakteri keluar.

Penularan penyakit ini biasanya melalui urine, air liur, dan tanah yang terkontaminasi. Pun termasuk dengan makanan dan minuman yang telah terkontaminasi bakteri. Sapi yang berusia 6-24 bulan lebih rentan terkena penyakit sapi ngorok ini. Ada banyak faktor yang turut berpengaruh dalam terjangkitnya ternak sapi, baik sapi perah maupun sapi potong, antara lain:

  • Stres pada sapi akibat terlalu banyak aktivitas yang dilakukan.
  • Sanitasi kandang yang kurang baik dan lembab.
  • Pakan ternak yang kualitasnya rendah.
  • Alat-alat peternakan yang terkontaminasi.
  • Kondisi lingkungan yang dingin adalah media yang sangat baik bagi bakteri Pasterulla untuk berkembang.

 

Gejala Penyakit Ngorok Pada Ternak Sapi

Secara umum penyakit ngorok bersifat akut dan jika ternak tidak segera mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat, akan menyebabkan kematian dalam waktu yang relatif singkat. Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Peternakan 1998, di Indonesia sendiri penyakit ngorok pernah menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kerugian ekonomi terbesar (senilai 27,9 miliar rupiah) pada tahun 1997.

Pada tubuh inangnya, bakteri penyakit ngorok akan menyerang saluran pernapasan. Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut ini adalah ciri dan gejala penyakit ngorok pada sapi:

  • Sapi terlihat lesu (biasanya lebih banyak diam dan hanya berbaring).
  • Tubuh sapi gemetar.
  • Karena menyerang saluran pernafasan, sapi akan sulit bernapas dan akan terdengar seperti mengorok.
  • Suhu tubuh tinggi hingga mencapai 40 ͦC dan demam.
  • Pencernaannya terganggu dan menyebabkan ternak sapi susah gemuk, feses agak encer, dan dalam beberapa kasus ada yang berdarah.
  • Keluar air liur dan ingus terus menerus.
  • Adanya pembengkakan pada bagian tertentu.
  • Pada ternak yang memiliki imun rendah dan penyakit sudah bersifat akut, tidak jarang yang kemudian menyebabkan ternak mati mendadak.

 

Pencegahan, Pengendalian, dan Penanganan

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Sebagai pencegahan, lakukan vaksinasi ternak secara rutin dan perhatikan dengan benar sanitasi kandang dan lingkungan peternakan sapi. Lakukan karantina dan pemeriksaan pada setiap sapi yang baru datang.

Jika ada ternak Anda yang sudah terjangkit atau menunjukkan gejala tidak sehat (khususnya mengacu pada penyakit ngorok), segeralah menghubungi petugas peternakan atau melapor ke Dinas Peternakan di kabupatan/kota/provinsi untuk segera diambil tindakan.

Biasanya pengobatan dilakukan dengan pemberian antibiotik untuk memutus perkembangan bakteri. Anda juga harus segera memisahkan ternak yang sakit untuk meminimalkan penularan dan lakukan sanitasi pada kandang.

Apabila kemungkinan buruk terjadi (ternak Anda mati), segeralah mengubur atau membakar bangkai ternak. Jangan dihanyutkan ke sungai atau melakukan cara-cara lainnya yang justru akan menulari ternak-ternak lainnya.

 

Demikian sekilas informasi mengenai penyakit ngorok pada ternak sapi. Ingat, sanitasi kandang yang baik mampu mencegah sapi terkena penyakit ngorok, Semoga bermanfaat!

Sejarah Sapi Belgian Blue yang Jadi Harapan Swasembada Daging

Sejarah Sapi Belgian Blue tak jauh berbeda dari kisah pembiakan wagyu, sapi yang sangat terkenal dari Jepang. Bedanya, jika wagyu tenar berkat kandungan lemak putih atau marblingnya, maka Sapi Belgia ternar berkat otot menonjol bak binaragawan. Baca selengkapnya...

Obat Murah Meriah Untuk Sapi Mencret

Cara mengatasi sapi yang terkena penyakit, yang harus dilakukan pertama kali adalah menghilangkan penyebab penyakit dan mengatasi efek yang ditimbulkan. Contohnya adalah Diare, penyakit yang membuat sapi menjadi sering buang air besar dengan kondisi tinja yang encer atau berair (mencret). Diare pada sapi umumnya disebabkan oleh beberapa faktor fisiologis berupa perubahan lingkungan ternak, yang meliputi: perubahan pakan, perpindahan ternak, perubahan cuaca, dan pergantian pemeliharaan. Baca selengkapnya...

Berapa Jumlah Pakan Yang Harus Diberikan Untuk Sapi Dengan Berat 200 Kg?

Seorang peternak sapi wajib mengetahui jenis pakan sapi potong ternak yang paling tepat, tidak hanya dari segi harga, tapi juga bisa menghitung nutrisi dengan mempertimbangkan kebutuhan dari ternak yang dipeliharanya. Empat kunci penting dalam menyusun ransum ternak, yaitu bahan bakunya mudah diperoleh, bahan pakan bervariasi, disukai oleh ternak, dan harganya juga terjangkau. Baca selengkapnya...

Perbandingan Harga Sapi Limosin dan Simental, Mana Yang Lebih Mahal?

Di Indonesia ada 2 jenis sapi yang sangat populer karena performa dan bobotnya yaitu sapi Simental dan sapi Limosin. Tampilan kedua jenis sapi ini memang terlihat lebih gempal dan bongsor jika dibandingkan dengan sapi lokal, sehingga ‘menggoda’ mata para pedagang daging dan pemburu hewan kurban. Baca selengkapnya...