RAGAM INFORMASI

TENTANG DUNIA PERSAPIAN

Susu Yang bukan Berasal Dari Sapi Akan Segera Diproduksi

Imagindairy, sebuah perusahaan  yang berlokasi di  Tel Aviv, Israel, baru-baru ini mendapatkan dana $ 13,1 juta untuk mulai menciptakan produk susu yang tumbuh dari mikroorganisme, bukan dari sapi. Melalui proses kompleks yang melibatkan instruksi DNA pemrograman ke dalam mikroorganisme mereka akan  menghasilkan whey dan kasein , dua protein penting yang ditemukan dalam susu sapi.

Hal ini menjadi kabar gembira bagi  mereka yang menghindari susu sapi murni yang berasal dari sapi (karena alasan medis atau diet keagamaan), karena akan ada pilihan yang menarik yaitu susu sapi yang tidak berasal dari sapi. Produk  yang dihasilkan kemudian diberi  lemak, gula, dan air untuk mendapatkan susu formula nabati yang menyerupai susu sapi, demikian melansir Mashable, Minggu (21/11/2021).

Jika sudah tersedia dan dapat dikonsumsi secara luas, pasti ada manfaatnya bagi lingkungan. Yang utama adalah berkurangnya permasalahan gas metana yang berdampak buruk pada iklim planet ini. Karena peternakan sapi menyumbang 30 persen dari pemanasan global sejak masa pra-industri.

Padahal karbon dioksida menduduki peringkat gas rumah kaca paling melimpah di atmosfer, sedangkan metana berada di urutan kedua tetapi jauh lebih menjebak lebih banyak panas.

Memperkenalkan susu yang bukan berasal dari sapi kepada mayarakat akan memilik efek yang sama ketika  menawarkan daging sapi atau ayam yang dibuat di laboratorium alias  tanpa perlu ternak lagi. Tetapi ketika alternatif tersebut hadir dengan  dengan cita rasa dan pengalaman yang sama, tentu  menjadi lebih  mudah.

Imagindairy bukanlah  perusahaan pertama yang memproduksi susuyang bukan berasal dari sapi. Merek lain yang disebut Perfect Day sudah melakukannya, tetapi dalam jumlah yang lebih kecil karena biayanya sangat  mahal. Imagindairy dengan teknologi barunya, mungkin menjadi yang pertama berhasil memproduksinya secara massal untuk pasar komersial.

Dapat  memproduksi  susu tersebut dalam skala yang lebih besar,  tidak hanya akan menurunkan biaya produksi rata-rata, tetapi juga membuat produk tersebut dapat digunakan secara luas Cara produksi yang hemat biaya adalah faktor kunci untuk mendorong perubahan nyata. Imagindairy mengatakan bahwa produk pertama mereka akan mencapai toko pada tahun 2023, dengan Israel ditetapkan untuk menjadi pasar pertamanya.

Sejarah Sapi Belgian Blue yang Jadi Harapan Swasembada Daging

Sejarah Sapi Belgian Blue tak jauh berbeda dari kisah pembiakan wagyu, sapi yang sangat terkenal dari Jepang. Bedanya, jika wagyu tenar berkat kandungan lemak putih atau marblingnya, maka Sapi Belgia ternar berkat otot menonjol bak binaragawan. Baca selengkapnya...

Penyakit Demam Tiga Hari Pada Sapi, Meski Ringan Namun Merugikan

Nyamuk ternyata tidak hanya mengisap darah manusia, tetapi juga hewan ternak seperti sapi. Tak sekedar mengisap darah, nyamuk tersebut juga menularkan Penyakit Demam Tiga Hari pada sapi, atau dalam Bahasa ilmiahnya disebut sebagai Bovine Ephemeral Fever (BEF), dan dalam Bahasa Inggris sebagai Three Days Sickness. Banyak juga peternak yang menggunakan istilah gomen untuk menyebut penyakit ini. Meski tidak terlalu berat, penyakit ini dapat membuat kerugian cukup besar pada peternak sapi, karena… Baca selengkapnya...

Inilah Bumbu Sambal Super Untuk Sop Iga Sapi Bening

Daging Iga Sapi atau rib adalah bagian daging sapi yang berasal dari daging di sekitar tulang iga atau tulang rusuk. Bagian ini termasuk dari delapan bagian utama daging sapi yang biasa dikonsumsi. Seluruh bagian daging iga ini bisa terdiri dari beberapa iga, mulai dari iga ke 6 sampai dengan iga ke- 12; untuk potongan daging iga yang akan dikonsumsi bisa terdiri dari 2 sampai dengan 7 tulang iga. Tulang iga, atau short ribs, biasa diberi bumbu untuk dibuat menjadi sop iga sapi bening Baca selengkapnya...

Waspadai Sesak Nafas Akut Pada Sapi

Sapi yang mengalami sesak napas akut besar kemungkinan terkena penyakit Infectious Bovine Rhinotracheitis (IBR). Penyakit menular ini banyak menyerang ternak sapi, baik sapi potong maupun sapi perah. Sapi yang terkena IBR ini biasanya mengalami demam tinggi (sekitar 42 derajat Celsius), nafsu makan menurun, hipersaliva, produksi air susu menurun (pada sapi perah), dan penurunan berat badan yang drastis. Baca selengkapnya...