RAGAM INFORMASI

TENTANG DUNIA PERSAPIAN

Sentra Peternakan Rakyat Untuk Investasi Sapi Perah Jenis Milking Shorthorn

Kementerian Pertanian dibawah pimpinan Amran Sulaiman pernah mengeluarkan berbagai macam terobosan yang bertujuan untuk menyejahterakan rakyat Indonesia. Salah satunya adalah Sentra Peternakan Rakyat (SPR). Apakah yang dimaksud dengan Sentra Peternakan Rakyat, dan apa hubungannya dengan sapi perah jenis Milking Shorthorn?

SPR adalah suatu upaya pemberdayaan peternak secara kolektif untuk meningkatkan kemandirian usaha guna meningkatkan kemampuan daya saing mulai dari kegiatan produksi hingga pemasaran. Fokus SPR adalah transfer ilmu yang dipandu soleh Perguruan Tinggi. Caranya adalah dengan memberikan pengetahuan dan ketrampilan tentang petenakan, termasuk mengenalkan tentang kelembagaan cara menjalankan usaha ternak. Tujuan akhir dari Sentra Peternakan Rakyat adalah meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan peternak.

Pelaksanaan Sentra Peternakan Rakyat (SPR) secara resmi dilaksanakan oleh pemerintah pada awal 2016, dengan pembinaan langsung oleh para ahli dari Institut Pertanian Bogor (IPB). SPR dibentuk dibeberapa daerah seperti di Sumatera Selatan, Ogan Hilir, Banyuasin dan tiga buah SPR di Bojonegoro.

Hasilnya, mulai terbangun struktur populasi ternak, lengkap dengan rinciannya. Misalnya berapa  jumlah ternak yang berumur setahun, dua tahun atau jumlah indukannya. SPR juga berhasil mengumpulkan data jumlah peternak memiliki lahan untuk pakan, termasuk yang akan dijual atau dipotong.

Teorinya, Sentra Peternakan Rakyat bisa berjalan dengan baik jika memiliki menimal seribu sapi yang semuanya terdata. Di SPR juga tidak ada transaksi pembelian ataupun pengadaan bibit. Karena fungsi SPR adalah  mengoptimalkan potensi ternak milik masyarakat yang berada dilokasi SPR. 

Bermacam-macam ilmu peternakan akan diajarkan kepada para peternak, antara lain tentang jenis ternak sapi yang menguntungkan jika diperlihara. Untuk peternak sapi perah, mungkin belum banyak yang tau tentang jenis sapi Milking Shorthorn. Padahal sapi tersebut sangat layak untuk  investasi sapi perah.

Jika melihat dari namanya "milkingyang berarti menyusui dan "shorthorn" yaitu tanduk pendek, sapi ini memang bertanduk pendek dan termasuk ras yang dapat menghasilkan susu. Sejarah Milking Shorthorn berawal di Inggris bagian timur laut, lebih tepatnya lagi di lembah Sungai Thames. Leluhur Milking Shorthorn adalah bos (Taurus) Typicus premigenius, yang sebagai sapi dwiguna, yaitu yang dapat menghasilkan susu sekaligus dimanfaatkan dagingnya, terutama bila susunya tidak keluar lagi.

Walaupun nenek moyang Milking Shorthorn adalah asli dari Inggris,  ketenarannya dibangun di Amerika. Yaitu pada saat Sapi bos (Taurus) Typicus premigenius pada tahun 1783 didatangkan ke Amerika untuk dikawinsilangkan dengan sapi lokal di negara tersebut.  Hingga lahirlah ras peranakan yang kemudian diberi nama Milking Shorthorn. 

Sapi peranakan ini kulitnya berwarna merah, putih, dan cokelat, seperti warna leluhur mereka. Badannya agak memanjang dan menyudut. ini berbeda dengan leluhur mereka yang badannya lebih pendek dan persegi. Namun, jumlah daging yang dihasilkan justru menyusut, berbanding terbalik dengan susunya. 

Jumlah susu yang dihasilkan bisa mencapai  5.126 kilogram untuk setiap laktasi, dengan kadar lemak rata-rata 3.65%. Oleh sebab itu, peternak di Virginia Amerika mengembangkannya sebagai sapi perah.

Bagaimana berat badan sapi perah Milking Shorthorn? Yang jantan bisa mencapai 900 kilogram, sementara yang betina bisa seberat 750 kilogram. Ini berbeda dengan leluhur mereka (sapi shorthorn asli) yang beratnya mencapai 1000 kilogram untuk pejantan dan 900 kilogram untuk yang betina. Sementara berat badan anak sapinya  sekitar 34 kilogram.

Apakah anda ingin menanamkan investasi sapi perah jenis Milking Shorthorn? Pastikan Anda bisa mendapatkan bibitnya dengan kualitas terbaik. Tidak perlu khawatir dengan iklim di Indonesia, karena Milking Shorthorn bisa beradaptasi dengan baik, Akan tetapi agar lebih sehat dan pertumbuhannya maksimal, sebaiknya juga digembalakan di padang rumput.

Setelah tau tentang Sentra Peternakan Rakyat dan mendapat ilmu tentang Milking Shorthorn,  apakah anda yakin bisa sukses jika menanam investasi sapi perah jenis tersebut?

Baca juga: Harga Sapi Perah Dan Cerita Tentang Keju Mozarella Khas Malang. Klik disini

Sejarah Sapi Belgian Blue yang Jadi Harapan Swasembada Daging

Sejarah Sapi Belgian Blue tak jauh berbeda dari kisah pembiakan wagyu, sapi yang sangat terkenal dari Jepang. Bedanya, jika wagyu tenar berkat kandungan lemak putih atau marblingnya, maka Sapi Belgia ternar berkat otot menonjol bak binaragawan. Baca selengkapnya...

Obat Murah Meriah Untuk Sapi Mencret

Cara mengatasi sapi yang terkena penyakit, yang harus dilakukan pertama kali adalah menghilangkan penyebab penyakit dan mengatasi efek yang ditimbulkan. Contohnya adalah Diare, penyakit yang membuat sapi menjadi sering buang air besar dengan kondisi tinja yang encer atau berair (mencret). Diare pada sapi umumnya disebabkan oleh beberapa faktor fisiologis berupa perubahan lingkungan ternak, yang meliputi: perubahan pakan, perpindahan ternak, perubahan cuaca, dan pergantian pemeliharaan. Baca selengkapnya...

Sapi Belgian Blue Harganya Berapa?

Sejak beberapa tahun lalu pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertanian (Kementan) berupaya mengembangbiakkan sapi berjenis belgian blue. Sapi satu ini disebut-sebut termasuk jenis sapi unggul dengan harga jual yang tinggi. Sapi belgian blue merupakan sapi yang berasal dari Belgia Tengah, Belgia. Sapi Belgia adalah hasil proses panjang kawin silang dan “selective breeding” selama hampir 200 tahun dari pengembangan hasil “cross breeding” sapi Durham Shorthorn dari Inggris dan Friesian… Baca selengkapnya...

Rahasia Merawat Sapi Perah agar Menghasilkan Susu Murni Kualitas Terbaik

Sapi, walaupun jenisnya sama, ternyata bisa menghasilkan susu murni dengan kualitas yang berbeda beda. Ada yang menghasilkan susu kualitas nomor satu, sementara yang lain menghasillkan susu sapi dengan kualitas standar saja. Kualitas susu sapi tak melulu bergantung pada jenis sapi perahnya saja melainkan juga bagaimana cara merawatnya. Baca selengkapnya...