RAGAM INFORMASI

TENTANG DUNIA PERSAPIAN

Tradisi Tompokan, Solusi Mengatasi Kenaikan Harga Daging Sapi Menjelang Lebaran

Tompokan berasal dari Bahasa Madura yang berarti tumpukan, sebuah tradisi menyembelih sapi yang dibeli dengan uang dari hasil patungan anggota kelompok. Biasanya ada 30 hingga 50 orang yang tergabung dalam satu kelompok patungan tompokan.

Tompokan menjunjung asas keadilan dan persamaan, bentuknya serupa dengan arisan. Yaitu menyetor uang dengan besaran tertentu untuk dikumpulkan menjadi satu. Hasil dari uang tersebut kemudian dibelikan sapi yang nantinya disembelih dan hasilnya dibagikan secara merata kepada seluruh anggota. Biasanya ada 30 hingga 50 orang yang tergabung dalam satu kelompok patungan tompokan.

Setiap warga yang tergabung dalam kelompok akan mendapatkan satu tumpuk bagian yang terdiri dari daging, tulangan, hati, dan sebagainya, yang memiliki berat sama karena telah ditimbang terlebih dahulu.

Konon, tradisi Tompokan sudah ada sejak dahulu, bahkan sebelum adanya arisan Qurban di setiap Idul adha. Namun tradisi ini hanya bisa di temui di wilayah dengan basis kesukuan Madura yang kuat, seperti di Kabupaten Jember.

Tradisi tompokan diselenggarakan satu atau dua hari menjelang ramadan berakhir. Dimana warga yang tergabung dalam sebuah kelompok tompokan, nantinya akan saling bahu-membahu dan berbagi tugas , mulai dari menyembelih sapi, mencuci jeroan, hingga yang memotong-motong dagingnya.

Walaupun sudah cukup lama,tradisi tompokan tetap bertahan, karena menjadi solusi bagi warga yang ingin berlebaran dengan kondisi keuangannya apa adanya. Tradisi ini menjadi penstabil harga daging sapi yang selalu naik gila-gilaan pada saat menjelang lebaran.

Konon, tradisi tompokan pada awalnya hanya kegiatan pelengkap atau sampingan dari rutinan Yasinan serta Sarwa’an (tahlilan). Di lingkungan masyarakat Madura, kegiatan Yasinan digelar setiap malam Jumat di musala. Sementara kegiatan Sarwa’an digelar setiap malam selasa, dilakukan secara bergilir di setiap rumah jemaah.

Di setiap akhir acara Yasinan maupun Sarwa’an ada iurannya. Konon berawal dari iuran itulah tradisi tompokan bermula hingga akhirnya berkembang ke kelompok-kelompok warga seperti saat ini.

Namun untuk masuk atau keluar kelompok, dilakukan secara sukarela, alias tidak ada paksaan sama sekali. Biasanya warga sendirilah yang  menentukan akan tetap bertahan, atau pindah ke kelompok yang lain karena berbagai alasan.

Untuk sapi yang disembelih, tidak pernah menjadi masalah, sebab banyak anggota kelompok  yang selain bertani  juga merangkap sebagai peternak sapi. Dengan demikian, warga sudah tahu kualitas  sapi yang akan disembelih.

Setiap kelompok juga terbuka dalam hal keuangan, sehingga sistem iurannya  menjadi lebih fleksibel atau bisa di ubah-ubah secacar bertahap baik harian, bulanan, bahkan ada yang sekali bayar langsung dilunasi.

Uniknya, tradisi ini juga bisa diikuti warga luar wilayh dan diluar kelompok yang menyelenggarakan tradisi tompokan, selama  masih ada hubungan kerabat dengan warga di mana kelompok tompokan berada.

Hingga saat ini, Tradisi Tompokan menjadi salah satu agenda yang selalu dinantikan. Pasalnya, selain mendapat daging sapi secara merata, seluruh anggota Tompokan masih mendapatkan uang dari hasil penjualan kulit sapi.

Selain di Jember, tradisi serupa juga bisa ditemui di Grujugan Lor, Kabupaten Bondowoso. Warga di sana melakukan iuran rutin selama setahun penuh. Setiap bulannya masing-masing warga membayar sejumlah uang yang telah ditetapkan. Apabila sampai akhir tahun, jumlah uang yang terkumpul belum cukup untuk membeli seekor sapi, maka warga akan menggenapi kekurangannya.

Cara Memasak Daging Wagyu Yang Benar

Para penggemar daging pasti punya pilihan masing-masing soal hidangan wagyu. Tidak ada peraturan tertulis tentang tata cara memasak daging wagyu yang benar, sehingga setiap orang bebas mengolah daging sapi khas Jepang ini sesuai selera. Tetapi, bagaimana ya kalau menurut pendapat tukang masak profesional? Baca selengkapnya...

Sapi Jenis Hereford Ternyata Juga Butuh Aplikasi Cari Temen Kencan

Mencari pasangan yang cocok dan sesuai memang tidak mudah. Walaupun punya pergaulan luas, belum tentu bisa mendapatkannya. Hal tersebut membuat orang melirik ke dunia maya. Di era digital seperti sekarang ini, menemukan jodoh bisa dilakukan melalui ponsel pintar plus akses internet. Salah satunya adalah dengan bantuan aplikasi seperti Tinder yang disebut sebagai aplikasi cari teman kencan yang paling terkenal dan paling banyak digunakan. Baca selengkapnya...

Basah Atau Kering, Beginilah Cara Memasak Rendang Daging Sapi Agar Cepat Empuk

Rendang daging sapi atau randang adalah masakan daging asli Indonesia yang berasal dari Minangkabau, dengan teknik memasak serta pilihan dan penggunaan bumbu rendang berbeda-beda menurut daerah. Proses memasak rendang asli dapat menghabiskan waktu berjam-jam (biasanya sekitar empat jam), karena itulah memasak rendang memerlukan waktu dan kesabaran. Potongan daging sapi dimasak bersama bumbu dan santan dalam panas api yang tepat, diaduk pelan-pelan hingga santan dan bumbu terserap olah daging… Baca selengkapnya...

Cara Tepat Mengolah Daging Sapi Agar Kolesterol Darah Tak Meningkat

Bagi anda yang memiliki permasalahan kadar kolesterol darah yang tinggi, mungkin banyak yang sudah membatasi konsumsi makanan tertentu, termasuk daging merah seperti daging sapi. Tips dan trik kali ini membahas tentang cara mengolah daging sapi, agar tidak terlalu banyak mengandung kolesterol sehingga tetap aman dikonsumsi. Baca selengkapnya...