TRANSLATE

Dosis Penambahan Tepung Temulawak Untuk Meningkatkan Nafsu Makan Sapi

Sama seperti manusia, ternak seperti sapi dan kambing terkadang susah makan karena nafsu makan berkurang. Untuk mengatasinya, dapat ditambahkan suplemen peningkat nafsu makan, agar  bobot sapi bisa meningkat pesat dan memberikan pendapatan yang baik bagi peternak. Berbagai cara diupayakan peneliti untuk mencari suplemen yang cocok, salah satunya menggunakan tepung Temulawak yang diujicobakan untuk meningkatkan nafsu makan pada sapi Peranakan Simmental. 

Temu lawak, dengan  nama ilmiah: Curcuma zanthorrhiza, adalah tumbuhan obat yang tergolong dalam suku temu-temuan (Zingiberaceae). Ia berasal dari Indonesia, khususnya Pulau Jawa, kemudian menyebar ke berbagai  tempat di sekitarnya.  Oleh sebab itu, sebagian besar budidaya temu lawak berada di Indonesia, menyusul Malaysia, Thailand, dan Filipina. Juga di  China, Indochina, Barbados, India, Jepang, Korea, Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa.

Tanaman ini di wilayah Jawa Barat (Sunda) dikenal sebagai koneng gede, sedangkan di Madura disebut temu labak. Temulawak dapat tumbuh dengan baik pada tanah gembur yang berada didataran rendah sampai ketinggian 1500 meter di atas permukaan laut yang berhabitat di hutan tropis. 

Berdasarkan penelitian di labotatorium, ekstrak temulawak memiliki kadar kurkumin sebesar 27,19 persen dan kadar aktivitas antioksidan sebesar 87,01 ppm. Kandungan minyak atsiri dan kurkumin pada temulawak terbukti dapat meningkatkan nafsu makan untuk manusia. Dengan dasar tersebut, khasiat temulawak untuk peningkatan nafsu makan kemudian diteliti dan di ujicobakan pada ternak.  

Seperti yang dilakukan oleh peneliti dari Universitas Tulang Bawang, Bandar Lampung, Novi Eka Wati dan Mashuri Yusuf di Peternakan Sapi Potong Joe Cipir Desa Jati Indah, Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan.

Penelitian ini melibatkan 12 ekor Sapi Peranakan Simmental jantan berumur 1,5 tahun dengan bobot badan rata-rata 166 kg.  Penelitian dilakukan dengan memberikan ransum yang mengandung 1,5 dan 3 % tepung temulawak. Penelitian dilakukan selama 5 minggu. Minggu pertama periode adaptasi pakan dan 4 minggu berikutnya periode pengambilan data.

Setelah 5 minggu penelitian diperoleh hasil bahwa penambahan tepung temulawak pada ransum berpengaruh nyata terhadap konsumsi bahan kering, pertambahan bobot badan harian dan konversi pakan pada sapi peranakan Simmental.

Sapi yang tidak diberi temulawak pertambahan bobot badan harian 335 gram/hari. Sedangkan sapi yang dalam pakannya diberi temulawak 1,5 persen, pertambahan bobot badannya  821 gram per hari. Terakhir sapi yang diberi temulawak 3 persen diperoleh pertambahan bobot badan harian  628 gram per hari.

Disimpulkan bahwa penambahan tepung temulawak dengan dosis 1,5 persen dari bahan kering pemberian ransum menunjukkan pertambahan bobot badan dan konversi pakan terbaik.

Menurut Novi, temulawak dapat mempercepat kerja usus halus sehingga mempercepat pengosongan dalam lambung. Hal ini menyebabkan ternak merasa lapar dan nafsu makan meningkat sehingga konsumsi pakan meningkat dan pertambahan bobot badan meningkat.

Mashuri menambahkan dengan penggunaan aditif pakan alami bagi ternak seperti temulawak,  lebih dianjurkan daripada obat-obatan kimia yang akan meninggalkan residu kimia pada daging yang dapat membahayakan kesehatan manusia yang mengkonsumsinya.

Sumber: disnakkeswan.ntbprov.go.id