Tentang Konstruksi Bangunan Kandang Untuk Sapi Perah Jantan

Cara ternak sapi yang baik dan benar, salah satunya adalah memperhatikan kandang. Sebab, konstruksi kandang yang sesuai dengan kebutuhan sapi akan membuat pertumbuhan sapi optimal dan mampu memberikan hasil maksimal. Beternak sapi perah pejantan dengan sapi induk atau betina memiliki cara perawatan maupun bentuk kandang yang berbeda. Beberapa kriteria kandang sapi perah jantan yang baik antara lain sebagai berikut:

  • Kandang mempunyai ukuran yang cukup luas atau biasa dikenal dengan sebutan "loose box"; 
  • Ukuran panjang dan lebar kandang idealnya adalah 4x3 m;
  • Luas halaman kandang pejantan yang tepat ialah 6x4 m;
  • Pastikan atapnya cukup tinggi dan tidak terjangkau oleh sapi, ukurannya sekitar 2,5 m;
  • Untuk dinding kandang hendaknya juga cukup tinggi sekitar 160-180 cm;
  • Pintu tidak dibiarkan terbuka saja melainkan harus dilengkapi dengan material sebagai penghalang dengan lebar pintu 150 cm;
  • Pagar sekitar kandang sebaiknya menggunakan pipa besi berdiameter 7 cm, dan tinggi idealnya adalah 1 m;
  • Jarak antar pipa  pada pagar kira-kira 20 cm;
  • Lantai kandang miring ke arah pintu dengan tinggi 5 cm;
  • Lantai halaman dibuat dari bahan yang tidak mudah rusak, contohnya adalah beton.

Konstruksi kandang memang menjadi hal yang wajib diperhatikan dalam memulai usaha ternak sapi perah. Anda harus membuat kandang yang nyaman, memudahkan perawatan hewan ternak tersebut, dan melindungi sapi dari bermacam gangguan seperti hewan buas dan cuaca ekstrem.

Model kandang sapi terbagi menjadi dua jenis yaitu kandang tunggal dan ganda. Yang dimaksud dengan kandang ganda adalah kandang sapi yang memiliki tempat makan di kedua sisi bangunan, jadi sapi bisa leluasa mau menghadap ke depan atau belakang. Sementara untuk kandang sapi tunggal adalah jenis kandang yang hanya dapat ditempati oleh seekor ternak saja dengan tempat makan dan minum di bagian depan.

Hewan sapi, terutama sapi perah, sebagian besar hidupnya berada di dalam kandang. Jadi Anda harus memastikan konstruksi kandang benar-benar sesuai kebutuhan, aman dan nyaman sehingga sapi dapat memberikan hasil maksimal.

Sebelum membuat kandang untuk beternak sapi perah pejantan, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan terkait kandang ternak yaitu :

  • Lokasi Kandang; Letak kandang harus lebih tinggi dibandingkan lahan sekitarnya dan memiliki lantai 30 cm lebih tinggi dari area sekelilingnya. Kondisi ini akan menciptakan drainase yang lebih baik. Lokasi kandang pun diharapkan memiliki akses transportasi baik sehingga mempermudah distribusi pakan.
  • Jarak Kandang; Jarak antar kandang ternak kurang lebih 6-8 m diukur dari tepian atap.  Sementara untuk tempat menimbun kotoran jaraknya kira-kira 100 m dari kandang ternak.
  • Bahan Bangunan; Saat membeli bahan bangunan untuk kandang ternak Anda, sebaiknya pilih bahan yang sesuai dengan standar bahan yang biasa dipakai untuk kandang sapi. Tidak harus mahal, ya. Atap bangunan bisa menggunakan genting biasa atau bambu anyam yang dilapisi plastik, tempat pakan dan minum dari bahan plastik, kayu, atau beton, lantai kandang terbuat dari beton lapis karet atau kayu yang tebal, dan sekat kandang dapat memakai bahan kayu atau pipa.
  • Ventilasi dan penerangan; Pastikan ventilasi udara kandang baik agar pertumbuhan sapi optimal, berat badannya naik, dan dapat memberikan hasil sesuai harapan Anda. Kisaran suhu udara yang cocok untuk sapi perah ialah 10-20oC. Jangan sampai suhu kandang terlampau panas karena akan berpengaruh pada penurunan berat badan sapi perah. Penerangan juga harus cukup, disesuaikan dengan luas kandang sapi perah sebab bisa memengaruhi kesuburan ternak.

Demikian sekilas info tentang konstruksi kandang sapi perah jantan. Semoga bermanfaat!

Di tag dibawah

Artikel terkait

Kumpulan Ilmu Pengetahuan & Teknologi Untuk Peternak Sapi

Produk

Culture

marosok

"Marosok" Sumatera Barat: A Unique Transaction System in West Sumatra, Indonesia

What is Marosok Sumatera Barat? - A Special tradition in doing a transaction called marosok in West Sumatra is a unique way of transaction. The word marosok can be described as an activity of touching, feeling and holding something without seeing it but just trying to feel it using the brain and the feeling.

The tribe of Minangkabau is one of Indonesia’s ethnics which is famous for the ability of doing transaction. It is believed that they inherit the ability of their ancestors from the Melayu kingdoms where the people liked to trade. One of unique tradition is marosok Sumatera Barat, a technique of trading used in trading especially for the livestock such as cows or bulls.


Read More...

Tokoh

  • DR. Ashari DR. Ashari
    Anggota Tim Layanan Asistensi dan Konsultasi Bidang Peternakan